Tanpa Wagub, Anies Sulit Wujudkan Janji Maju Kotanya, Bahagia Warganya

Politik  SABTU, 21 SEPTEMBER 2019 , 14:32:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Tanpa Wagub, Anies Sulit Wujudkan Janji Maju Kotanya, Bahagia Warganya

Pengurus DPW PKS DKI Jakarta/RMOL

DPW PKS DKI Jakarta mengkritisi kinerja Pemprov DKI di bawah kepemimpinan tunggal Gubernur Anies Baswedan yang kini mulai terlihat berjalan pincang. Pasalnya, pimpinan pemerintahan sekaliber ibukota negara ini sudah setahun lebih hanya dijalankan oleh seorang gubernur tanpa didampingi wagub.

Demikian disampaikan Ketua DPW PKS DKI Sakhir Purnomo bersama pimpinan Fraksi DPRD pada acara ‘Media Gathering’ dengan Kordinatoriat Wartawan Balai Kota-DPRD DKI Jakarta di kawasan Cikiray, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (21/9).

Menurut Sakhir, jabatan kepala daerah, apalagi Pemprov DKI harus dijalankan oleh dua orang. Tapi sejak jabatan wagub ditinggalkan Sandiaga Uno pada Juli 2018 hingga kini belum terisi juga. Padahal pihak partai pengusung (Gerindra dan PKS) sudah lama secara resmi mengusulkan dua nama Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu agar salah satu kandidat dipilih oleh DPRD menduduki jabatan tersebut.

Tapi seperti kita ketahui semua, proses pemilihan wagub tidak mudah dan berjalan alot,” ujar Sakhir yang diamini Wakil Ketua Fraksi PKS Abdul Azis dan pengurus lainnya.

Kata Sakhir, pihaknya sangat berharap agar lembaga wakil rakyat dapat segera menyelesaikan tata tertib yang mendorong berlangsungnya pemilihan.

Kami akui ada pihak yang tak setuju dengan dua nama tersebut, namun DPP telah memajukan keduanya sebagai kandidat karena merupakan kader terbaik PKS yang punya kemampuan untuk mendampingi Pak Anies,” jelas Shakir.

Shakir menambahkan bahwa Syaikhu yang memenangi Pileg 2019 akan segera dilantik menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024.

Sampai saat ini Pak Syaikhu belum mengajukan surat pengunduran diri dari kandidat wagub sehingga DPP belum berubah sikap terhadap dua nama yang kini tengah diproses di DPRD. Namun jika Pak Syaikhu mundur dan disetujui DPP, maka PKS akan mencari pengganti kandidat lain. Yang jelas kandidat tersebut merupakan kader PKS,” papar Sakhir.

Sementara Abdul Azis menilai, kekosongan kursi wagub berkepanjangan tersebut sangat merugikan masyarakat.

Sebenarnya bagi PKS tidak terlalu merugi melainkan masyarakat yang paling dirugikan karena pelayanan di berbagai bidang sangat terganggu,” ujar Ketua DPD PKS Jakarta Barat ini.

"Kondisi Pemprov DKI saat ini tidak sehat dan berjalan pincang sehingga makin sulit mewujudkan cita �" cita Gubernur Anies yang ingin membangun Jakarta agar maju kotanya dan bahagia warganya,” kata Azis.[dod]

Komentar Pembaca