Kontroversi Tarian Seronok, Pengamat: Anak Buah Anies Tak Cukup Minta Maaf

Jakarta  SENIN, 23 SEPTEMBER 2019 , 14:44:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kontroversi Tarian Seronok, Pengamat: Anak Buah Anies Tak Cukup Minta Maaf

Penari Samba/Net

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai tak cukup hanya meminta maaf atas pertunjukan sejumlah penari semi telanjang yang memakai bikini dalam Oceanic Folk Festival (OFF) di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu pada Sabtu (21/9) malam.

Demikian dikatakan Pengamat Kebijakan Publik Amir Hamzah di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (23/9).

"Jadi nggak cukup minta maaf saja. Harus ada evaluasi besar-besaran dalam penyelenggaraan pariwisata di Jakarta," kata Amir.

Menurut Amir, ke depan dalam merancang program pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta semestinya berpatokan dengan UU No 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

Untuk selanjutnya UU Kepariwisataan tersebut kemudian dijabarkan dalam Perda No 35 Tahun 2018.

Amir mengungkapkan, bahwa sepatutnya yang menjadi mitra kerja Disparbud dalam melaksanakan program-program kepariwisataan adalah Badan Promosi Pariwisata Daerah DKI Jakarta.

"Dengan Disparbud menggandeng Badan Promosi Pariwisata Daerah diharapkan pertunjukan tarian seronok di Kepulauan Seribu tidak terulang lagi," ujar Amir.

Karenanya Amir mendorong Anies Baswedan segera menerbitkan surat keputusan terkait susunan Kepengurusan Badan Promosi Pariwisata Daerah DKI Jakarta.

Disparbud sendiri selama ini dalam menggelar program-program pariwisata justru menggandeng Jakarta Tourism Forum yang ternyata tak sesuai dengan UU No 10 Tahun 2009 dan Perda No 35 Tahun 2018.

Kata Amir, dugaan pelanggaran kerjasama penyelenggaraan pariwisata juga makin kacau, karena ternyata Jakarta Tourism Forum dipimpin Dewan Pengawas PD Dharma Jaya, BUMD milik Pemprov DKI yang mengurusi daging.

"Kondisi ini menimbulkan tumpang tindih kinerja dalam penyelenggaraan pariwisata, khususnya di Kepulauan Seribu," tutup Amir.

Sebelumnya, anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta maaf terkait adanya pertunjukan tarian seronok dalam Oceanic Folk Festival (OFF) yang digelar di Pulau Tidung, Sabtu (21/9) malam.

Kepala Sudin Pariwisata dan Kebudayaan (Sudin Parbud) Kepulauan Seribu, Cucu Ahmad Kurnia mengaku meminta maaf jika ada pertunjukan yang tidak sesuai norma masyarakat.

"Ya kami akan membuat permintaan maaf nanti secara tertulis bahwa kami mungkin melakukan kelalaian. Tapi Alhamdulillah acara benrlangsung lancar dan yang hadir di tempat acara bertahan sampai tengah malam. Dan tidak ada niat kami selain untuk mempromosikan Kepulauan Seribu agar lebih dikenal khususnya bagi wisatawan manca negara," kata Cucu saat dihubungi, Minggu (22/9).

Perhelatan OFF merupakan bagian dari Festival Bahari Jakarta. Dalam OFF itu, ada penampilan kelompok musik Tanjidor, lalu seniman dari India, Sindhus Raj hingga penampilan tari Samba dari kelompok tari Viva Brazil yang mengenakan bikini.

Pada puncak Festival Bahari Jakarta ini, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, berkesempatan hadir sekaligus menutup rangkaian festival ini, di Pulau Tidung Besar, pada Minggu (22/9).

Anies menyampaikan, kegiatan FBJ 2019 ini menjadi ajang promosi wisata bahari yang mengedepankan edukasi dan konservasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mewujudkan kepedulian semua pihak dalam upaya pelestarian, termasuk perlindungan dan pemanfaatan secara lestari sumber daya kelautan dan perikanan, serta pemanfaatan potensi bahari di Jakarta.[dod]

Komentar Pembaca