KAHMI Jaya Ancam Polisikan Ketua Jokowi Mania, Ini Penyebabnya

Hukum  SABTU, 28 SEPTEMBER 2019 , 10:12:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

KAHMI Jaya Ancam Polisikan Ketua Jokowi Mania, Ini Penyebabnya

Majelis Wilayah KAHMI Jaya/Ist

Ketua Jokowi Mania Immanuel Ebenezer kembali berulah. Dalam acara Dua Sisi yang ditayangkan TV One Kamis (26/9) malam, Immanuel bikin tuduhan yang tidak bisa dianggap enteng.

Menurut Immanuel, aksi-aksi mahasiswa yang belakangan marak itu telah disusupi. Ia mengaku bahwa pihaknya punya data-datanya.

"Siapa yang menyusup? Pertama, kelompok yang mengusung khilafah dan kelompok yang kalah dalam pemilu kemarin; kedua, kelompok Cendana; dan ketiga ambulan-ambulan yang ditangkap polisi, itu semua labelingnya Pemprov DKI dan Anies terlibat,” kata Immanuel dengan berapi-api.

Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Jakarta Raya (KAHMI Jaya) langsung menanggapi tudingan Immanuel tersebut.

Sekretaris Majelis Wilayah KAHMI Jaya Muhammad Amin menilai pernyataan Immanuel tersebut mengandung unsur ujaran kebencian alias hate speech.

Hal itu tertuang dalam pernyataan sikap KAHMI Jaya yang ditandatangani Ketua Majelis Wilayah KAHMI Jaya Mohamad Taufik dan Sekretaris Muhammad Amin.

"KAHMI Jaya secara tegas dan mengecam pernyataan Immanuel," kata Amin di Sekretariat KAHMI Jaya di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (27/9).

Amin menegaskan, KAHMI Jaya menuntut Immanuel untuk mempertanggungjawabkan pernyataannya secara hukum dan memohon maaf kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secara langsung melalui media elektronik dan media cetak berskala nasional dan lokal.

"Apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan Immanuel tak mengindahkan pernyataan sikap ini, kami akan melakukan upaya hukum secara pidana dan perdata," tegas Amin.

Amin juga memandang pengerahan ambulans yang berlabel Pemprov DKI Jakarta di tengah aksi massa demonstrasi di Gedung DPR adalah bentuk tanggungjawab Pemprov DKI sebagai Pemerintah Daerah guna membantu kemanusiaan dari segi medis apabila terjadi korban dari pihak demonstran maupun aparat.

Selain itu, KAHMI Jaya berharap dan mengimbau kepada seluruh tokoh nasional, pengamat, politisi, birokrat serta seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak lagi memberikan pernyataan yang memicu konflik yang berakibat memecah persatuan, kerukunan dan perdamaian bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Amin menegaskan bahwa KAHMI Jaya mendukung aksi demonstrasi mahasiswa di Gedung DPR sebagai bentuk penyampaian aspirasi dalam negara demokrasi yang telah diamanatkan dalam konstitusi.

"KAHMI Jaya juga mengingatkan kepada seluruh alat negara untuk tidak bersikap represif dalam mengawal demonstrasi penyaluran aspirasi para mahasiswa," tutup Amin.

Diketahui, pada Kamis (26/9) dinihari, informasi tentang lima mobil ambulans yang diamankan petugas diunggah oleh akun Twitter @TMCPoldaMetro.

Dalam cuitannya, ambulans diamankan pada pukul 02.15 WIB, Kamis (26/9). Selain Twitter, akun Instagram tmcpoldametro juga mengunggah konten yang sama.

Diketahui, ambulans diamankan karena kedapatan mengangkut batu dan bensin di Gardu Tol Pejompongan dan Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Bensin yang ada diduga akan digunakan untuk membuat bom molotov.

Namun sejak Kamis siang akun Twitter @TMCPoldaMetro sudah tidak lagi menuliskan tentang ambulans yang diduga dipakai untuk mengangkut batu dan bensin itu. Artinya, pihak polisi menyadari kesalahannya, lalu mengklarifikasinya.

Rupanya, berita hoaks tersebut ditelan mentah-mentah oleh Immanuel dan disampaikan di acara televisi yang ditonton oleh jutaan pemirsa.[dod]

Komentar Pembaca
Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 17:21:00

Pemprov DKI Gelar Pameran Foto Ruang Ketiga Di Balai Kota
Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 , 15:55:00