Kematian 2 Mahasiswa Di Kendari Harus Diungkap

Polhukam  SABTU, 28 SEPTEMBER 2019 , 11:41:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kematian 2 Mahasiswa Di Kendari Harus Diungkap

Diskusi "Demo Mahasiswa Aksi dan Subtansi"/RMOL

Kematian dua mahasiswa akibat tertembak peluru tajam saat melakukan unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sulawesi Tenggara, harus diungkap secara tuntas. Pengungkapan ini penting dilakukan secepatnya agar tidak menjadi pemicu kemarahan rakyat.

Demikian dikatakan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) R Saddam Al Jihad dalam diskusi bertajuk "Demo Mahasiswa Aksi dan Subtansi" di D' Consulate Cafe & Lounge, Jalan Wahid Hasyim 49-51, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (28/9).

"Jika ada yang menggunakan peluru tajam saat amankan aksi di sana, harus diusut hingga tuntas," kata Saddam.

Saddam mengharapkan ke depan tak ada lagi mahasiswa yang menjadi korban saat menggelar aksi demonstrasi.

"Cukup dua mahasiswa yang meninggal. Unjuk rasa dilindungi konstitusi. Semua harus pihak saling menghormati," tegas Saddam.

Diskusi tersebut juga menghadirkan narasumber Adi Prayitno (Analis Politik UIN Jakarta), Andi Prayoga (Perwakilan BEM Jakarta), Irfan Aulia (Pakar Psikologi Politik) dan Hari Purwanto (Aktivis 98 dan Direktur Studi Demokrasi Rakyat).

Seperti diketahui, dua mahasiswa tewas setelah diduga ditembak oleh oknum anggota Brimob, saat melakukan unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sulawesi Tenggara.

Dua mahasiswa itu adalah Randi (21) dan Yusuf (19) dari Universitas Halu Oleo yang berunjuk rasa untuk menentang rencana DPR mengesahkan sejumlah rancangan undang-undang.

Randi tewas ditempat, sementara Yusuf tewas setelah sempat dibawa ke Rumah Sakit akibat terluka parah pada bagian kepala.[dod]

Komentar Pembaca