Pengunduran Diri Yasona Laoly Dan Kantong Ajaib Jokowi

Suara Rakyat  MINGGU, 29 SEPTEMBER 2019 , 14:21:00 WIB

Pengunduran Diri Yasona Laoly Dan Kantong Ajaib Jokowi

Yasona Laoly/Ist

INI seperti kisah dongeng negeri di atas awan atau nyanyian Katon Bagaskara. Tak ada angin tak ada hujan. Menteri yang paling genting di saat momentum politik ini mendadak mengundurkan diri. Menkumham Yasona Laoly.

Beredar surat pengunduran dirinya di jagat medsos. Dalam isi suratnya ia mengaku tidak mau rangkap jabatan. Jika masih percaya isi surat, tolong Anda berhenti membaca. Jika tidak silahkan lanjutkan membaca.

Kisah Negeri Di Atas Awan

Who get what, when and how adalah paradigma pengajur neoklasik memahami politik. Buah pikir Harold Dennis Lasswell dalam memahami politik. Dalam bahasa sederhana, tidak ada yang kebetulan dalam politik. Andaikan terkesan ada, itulah kebetulan-kebetulan ilmiah.

Memahami pengunduran diri Yasona di tengah demonstrasi besar-besaran dan amuk massa terkait percepatan proses hukum di negara hukum, sangat tidak elok sang Menkumham tiba-tiba mengundurkan diri.

Apalagi kita tahu demonstrasi itu mengakibatkan hilangnya nyawa manusia. Kerusuhan dimana-mana, yang tragis adalah yang di Wamena. Indonesia berduka.

Tanpa bermaksud mendahului kerja aparat penegak hukum. Kita doakan masih ada hati nurani para pemimpin negeri.

Disini kita membaca pengunduran diri Yasona sebagai sesuatu yang tidak etis. Ia dan kementeriannya telah membuat satu kegaduhan di awal 2019 dan saat ini.

Pertama, dengan temuan dana haram di Swiss adalah hasil kerja dari kementriannya. Dan kini hingga jelang pelantikan presiden, pemerintah cq Kemenkumham bersama DPR menyodorkan serangkaian Rancangan Undang-undang yang konfliktual di masyarakat. Ada apa?

Soal dana haram di Swiss yang ramai di medio Februari 2019 ramai diberitakan. Bahkan dengan percaya diri Presiden Jokowi mengkonfirmasi sudah di kantongnya hasil kerja Yasona dan timnya.

Uniknya, dari kubu oposisi mengamini dana haram itu memang diyakini ada. Sebagaimana pernah diucapkan sang Jenderal Prabowo Subianto.

Apakah ini yang membuat Prabowo memutuskan "merapat"? Pertanyaan gentingnya, mengapa sang menteri yang telah membuat gaduh seluruh negeri dengan temuan angka Rp 11 triliun (jika di rupiahkan) mengundurkan diri?

Sungguh saya jadi teringat kisah orang yang dulu saya jadikan abang dan kalau boleh saya anggap orangtua Saurip Kadi. Rezim SBY pun pernah mengirim utusan khusus terkait dana haram Swiss ini.

Namun silent operation tidak seheboh rezim Jokowi. Sudah dengan sangat percaya diri menyebutkan angka sebagaimana Prabowo, Rp 11 triliun di kantong ajaibnya.

Jika Bang Hotman dengan salam kopi Djoninya mengawali dan mengakhiri vlognya. Izikan saya mengakhiri kisah di atas. Selamat datang di negeri di atas awan. Salam kopi hitam kupu kupu.[dod]

Soemantri Hassan Pemerhati Kebijakan Publik

Komentar Pembaca
Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

JUM'AT, 07 FEBRUARI 2020 , 14:33:00

Jenazah Gus Sholah Menuju Ponpes Tebuireng

Jenazah Gus Sholah Menuju Ponpes Tebuireng

SENIN, 03 FEBRUARI 2020 , 09:21:00

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00