Giliran Aliansi Aktivis Jakarta Yang Akan Polisikan Ketua Jokowi Mania

Hukum  SELASA, 01 OKTOBER 2019 , 16:19:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Giliran Aliansi Aktivis Jakarta Yang Akan Polisikan Ketua Jokowi Mania

Aliansi Aktivis Jakarta/RMOL

Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Aliansi Aktivis Jakarta mendatangi Dewan Pers untuk meminta pendapat terkait pernyataan Ketua Relawan Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer, di Program Dua Sisi TVOne yang tayang pada 26 September 2019 malam.

Pasalnya, dalam acara itu Ebenezer menuding bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terlibat dalam kasus ambulans milik Pemprov DKI Jakarta yang membawa batu dan bensin untuk disuplai kepada demonstran di Gedung DPR RI. Padahal, kasus itu sudah terbukti hoaks.

Sejumlah aktivis yang mendatangi Dewan Pers adalah Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto, Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta) M Rico Sinaga, Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS) Syaiful Jihad, Ketua Jakarta Procurement Monitoring (JPM) Ivan Parapat, Ketua Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia Agung Nugroho, dan mantan pendiri Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Syafti Hidayat.

Sementara aktivis yang berhalangan hadir adalah Ketua Budgeting Meteopolitan Watch (BMW) Amir Hamzah.

"Kami ke Dewan Pers untuk meminta pendapat apakah pernyataan Ebenezer masuk kategori hoaks ataukah tidak, karena kami berencana melaporkannya ke Bareskrim Polri," kata Sugiyanto di Gedung Dewan Pers, Selasa (1/10).

Menurut Sugiyanto, konsultasi ini perlu dilakukan karena Ebenezer menyampaikan tudingan itu dalam ranah media massa yang terdaftar di Dewan pers. Sehingga sesuai ketentuan yang berlaku, sebelum laporan ke Bareskrim dilakukan, maka terlebih dulu harus ada kajian dari Dewan Pers.

"Kami berharap dalam waktu dekat kajian dari Dewan Pers sudah kami terima, sehingga kami dapat segera melaporkan Ebenezer ke Bareskrim," tegas Sugiyanto.

Rico menambahkan, pernyataan Ebenezer di TVOne itu memang meresahkan dan tak hanya berpotensi merusak nama baik Anies Baswedan, tapi juga nama baik Pemprov DKI.

"Karena itu nanti dari sini (Dewan Pers), kami ke Bareskrim Mabes Polri," tutup Rico.

Diketahui, pada Sabtu (28/9), Majelis Wilayah KAHMI Jaya melaporkan Immanuel Ebenezer terkait pernyataannya di TVOne.

Sebelumnya, Ketua Relawan Jokowi Mania Immanuel Ebenezer kembali berulah. Dalam acara Dua Sisi yang ditayangkan TV One Kamis (26/9) malam, Immanuel bikin tuduhan yang tidak bisa dianggap enteng.

Menurutnya, aksi-aksi mahasiswa yang belakangan marak itu telah disusupi. Ia mengaku bahwa pihaknya punya data-datanya.

"Siapa yang menyusup? Pertama, kelompok yang mengusung khilafah dan kelompok yang kalah dalam pemilu kemarin; kedua, kelompok Cendana; dan ketiga ambulans-ambulans yang ditangkap polisi, itu semua labelingnya Pemprov DKI dan Anies terlibat,” katanya dengan berapi-api.

Diketahui, ambulans diamankan karena kedapatan mengangkut batu dan bensin di Gardu Tol Pejompongan dan Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Bensin yang ada diduga akan digunakan untuk membuat bom molotov.

Namun sejak Kamis siang akun Twitter @TMCPoldaMetro sudah tidak lagi menuliskan tentang ambulans yang diduga dipakai untuk mengangkut batu dan bensin itu. Artinya, pihak polisi menyadari kesalahannya, lalu mengklarifikasinya.

Rupanya, berita hoaks tersebut ditelan mentah-mentah oleh Immanuel dan disampaikan di acara televisi yang ditonton oleh jutaan pemirsa.[dod]

Komentar Pembaca
Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 17:21:00

Pemprov DKI Gelar Pameran Foto Ruang Ketiga Di Balai Kota
Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 , 15:55:00