Di Depan Paloh, Mega Blak-Blakan Tunjukan Sikap Tak Nyaman

Politik  RABU, 02 OKTOBER 2019 , 17:46:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Di Depan Paloh, Mega Blak-Blakan Tunjukan Sikap Tak Nyaman

Surya Paloh/Ist

Pengamat Politik dari Universitas Indonesia Ade Reza Hariyadi mengaku tak mau berburuk sangka soal beredarnya video Megawati Soekarnoputri yang ogah menyalami Surya Paloh (SP) saat pelantikan anggota DPR, DPD dan MPR, Selasa (1/10) kemarin.

Menurut Ade, peristiwa itu bisa saja terjadi karena hal teknis, dimana posisi SP yang sulit dijangkau untuk bersalaman oleh Mega.

Namun Ade juga melihat ada gesture politik yang ingin Mega tunjukan.

"Sepertinya Megawati memberikan isyarat dan kesan bahwa tidak cukup nyaman berinteraksi langsung dengan SP, " ujar Ade saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOLJakarta, Rabu (2/10).

"Dalam budaya politik di Indonesia, makna gesture bisa lebih kuat dari pernyataan verbal," sambungnya.

Gesture yang Megawati perlihatkan, kata Ade, mungkin saja karena kekecewaannya terhadap manuver politik SP yang sebelumnya menggelar pertemuan Gondangdia pasca Pilpres.

Manuver SP itu bisa saja dinilai telah menyinggung eksistensi dan wibawa politik. Tidak hanya bagi PDIP saja, namun juga personal Mega sebagai Ketum PDIP.

Jika merujuk pengalaman relasi SBY-Mega, tampak sikap Mega juga disertai dengan sikap institusional PDIP yang memilih oposisi di era pemerintahan SBY.

Meski demikian, Ade mengatakan, belum dapat dipastikan bahwa gesture politik Mega ini akan berlanjut pada kebijakan resmi PDIP dalam menjalin relasi politik secara institusional dengan Nasdem.

Hal ini mengingat ada faktor kepentingan Jokowi sebagai capres terpilih untuk mendapat dukungan luas dari seluruh koalisi partai pendukungnya.

"Jokowi dapat menjadi jembatan mediasi antara Mega dan Surya Paloh. Tentu harus mempertimbangkan relasi politik Mega dan SP, terutama dalam penyusunan kabinet dan lembaga negara yang strategis," terang Ade.

"Jika salah langkah justru dapat meningkatkan potensi menjadi disharmonisasi politik dalam tubuh koalisi Jokowi," pungkasnya.[dod]

Komentar Pembaca