BAZNAS Gelar The 3rd International Conference of Zakat

Ragam  JUM'AT, 04 OKTOBER 2019 , 10:06:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

BAZNAS Gelar The 3rd  International Conference of Zakat

The 3rd International Conference of Zakat/Ist

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar The International Conference of Zakat (ICONZ) yang ketiga pada tahun 2019 di Auditorium Grha Sanusi Universitas Padjadjaran Dipatiukur Bandung, mulai Kamis (3/10) hingga Jumat (4/10).

Acara ini mengangkat tema Zakat 4.0 Towards Empowering Ummah with Technology”.

Konferensi zakat ini terselenggara atas kerjasama Pusat Kajian Strategis BAZNAS (Puskas) dengan Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Padjadjaran (FEB-UNPAD) yang didukung oleh BAZNAS Provinsi Jawa Barat, BNI Syariah, dan Bank Mandiri Syariah.

Hadir sebagai Keynote Speaker, Ketua BAZNAS Bambang Sudibyo dan juga Ad interim Rektor Universitas Padjadjaran Rina Indiastuti.

Bambang mengatakan, organisasi pengelola zakat sudah harus bertransformasi ke sistem digital karena dapat memberikan berbagai keuntungan dalam penghimpunan maupun penyaluran zakat.

Sistem digital yang telah menjadi trend besar dalam industry keuangan ini membuat pengelolaan zakat lebih efisien, lebih transparan, biaya transaksi rendah, menjangkau skala yang lebih luas sekaligus meningkatkan sistem keamanan,” kata Bambang di depan para peserta the 3rd ICONZ.

Pada sesi plenary hari pertama, the 3rd ICONZ menghadirkan Wakil Ketua BAZNAS Zainulbahar Noor; CEO Marsah Johor, Malaysia, Abdul Ghafar Ismail; Lead Research Economist, IRTI-IsDB, Mohammed Obaidullah, Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah, Bank Indonesia Dadang Muljawan; Direktur Bidang Keuangan Inklusif, Dana Sosial Keagamaan dan Keuangan Mikro Syariah, KNKS, Ahmad Juwaini serta Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo.

Topik utama yang dibahas pada sesi plenary hari pertama adalah Peran Pemerintah/Regulator dalam Perkembangan Zakat di Era Industri Revolusi ke-4”.

Direktur Puskas, M Hasbi Zaenal mengatakan, tema Zakat 4.0 Towards Empowering Ummah with Technology” diangkat karena saat ini dunia sedang memasuki revolusi industri ke-4 yang ditandai dengan munculnya teknologi terbarukan seperti Robotics Process Automatization (RPA), Artificial Intelligent (AI), dan Internet of Things (IoT) yang digunakan secara masif oleh berbagai sektor industri dikarenakan teknologi-teknologi tersebut memberikan manfaat yang begitu besar dalam meningkatkan kinerja dan efisiensi.

Sebagai lembaga keuangan sosial Islam yang mengelola dana publik, industri zakat menjadi salah satu sektor yang cukup terdampak atas masifnya penggunaan teknologi,” kata Hasbi.

Keunggulan dalam hal efisiensi pada penggunaan RPA, AI dan IoT membuat suatu hal yang harus dipertimbangkan oleh industri zakat dalam mengadopsi teknologi tersebut. Sehingga aktivitas penghimpunan dana zakat, pengelolaan, dan pendistribusian dana zakat akan lebih maksimal.

Namun, diperlukan kajian serta diskusi yang lebih matang terkait dengan implementasi teknologi tersebut dalam pengelolaan zakat. Sehingga, hasil dari kajian-kajian tersebut akan menjadi landasan yang kuat bagi policy makers baik itu regulator maupun operator dalam menentukan kebijakan pengelolaan zakat menggunakan teknologi,” pungkas Hasbi.[dod]

Komentar Pembaca
Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 17:21:00

Pemprov DKI Gelar Pameran Foto Ruang Ketiga Di Balai Kota
Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 , 15:55:00