Ada Potensi Monopoli, KPPU Akan Panggil MRT Jakarta

Ekonomi  SELASA, 08 OKTOBER 2019 , 17:26:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Ada Potensi Monopoli, KPPU Akan Panggil MRT Jakarta

Gedung KPPU/Net

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan memanggil PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Pemanggilan tersebut terkait dengan penyelenggaraan beauty contest atau seleksi mitra penyedia sistem pemindaian QR Code pembayaran tiket MRT.

Ada empat provider yang ikut serta dalam kompetisi seleksi mitra penyedia sistem pemindaian QR Code, yaitu Dana, GoPay, OVO dan LinkAja.

Nantinya hanya akan ada satu provider dompet digital yang menjadi pemenang. Hal inilah yang dikhawatirkan berpotensi menimbulkan monopoli.

"Dalam waktu dekat akan memanggil perusahan bersangkutan. Kita akan meminta klarifikasi dari informasi yang beredar," kata Komisioner KPPU, Guntur Saragih, Selasa (8/10).

Sementara itu Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Muhammad Kamaludin mengatakan, proses penjaringan platform penyedia QR Code untuk pembayaran tiket pada layanan MRT Jakarta masih berjalan dan pembahasan.

"Masih dalam proses, kami belum finalisasi perjanjian kerja samanya," kata Kamaludin ketika dihubungi, Selasa (8/10).

Mengutip keterangan resmi dari MRT, nantinya masyarakat dapat membeli tiket elektronik melalui aplikasi seluler yang sedang dikembangkan oleh perusahaan dan membayar tarif perjalanan menggunakan sistem QR Code yang akan disiapkan oleh mitra perusahaan.

Dengan adanya QR code, penumpang nantinya tinggal memindai tiket elektronik tersebut di fitur pemindai QR Code di gerbang penumpang yang telah dilengkapi fitur tambahan pemindai.

Sehingga tidak perlu antre untuk membeli tiket sekali perjalanan (single trip ticket) atau di gerbang penumpang tanpa fitur pemindai QR Code. Rencananya, di akhir 2019, fitur QR Code ini sudah dapat digunakan oleh masyarakat.

Selain menyiapkan tiket elektronik ini, PT MRT Jakarta juga menargetkan untuk penggunaan kartu multi trip (multi trip ticket) bisa digunakan pada akhir November 2019 mendatang.

Untuk diketahui, sejak beroperasi secara resmi pada 24 Maret 2019 lalu hingga 25 September 2019, tercatat sekitar 14.780.408 orang telah menggunakan layanan MRT Jakarta. Angka tersebut menunjukkan jumlah rata-rata penumpang harian mencapai lebih dari 82 ribu orang per hari.[dod]

Komentar Pembaca
Tim Ekonomi Jilid Satu Harus Dirombak Total

Tim Ekonomi Jilid Satu Harus Dirombak Total

SENIN, 14 OKTOBER 2019 , 15:16:32

Merah Putih Terpanjang di Persawahan

Merah Putih Terpanjang di Persawahan

MINGGU, 13 OKTOBER 2019 , 09:57:31

Video Bukti Upaya Pembunuhan Wiranto Bukan Rekayasa

Video Bukti Upaya Pembunuhan Wiranto Bukan Rekayasa

JUM'AT, 11 OKTOBER 2019 , 16:08:49