PA 212 Tuntut Ustadz Bernard Dibebaskan Dan Proses Hukum Ninoy

Hukum  RABU, 09 OKTOBER 2019 , 10:01:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

PA 212 Tuntut Ustadz Bernard Dibebaskan Dan Proses Hukum Ninoy

Ninoy Karundeng/Ist

DPP Persaudaraan Alumni (PA) 212 menuntut Polda Metro Jaya membebaskan Sekjen PA 212 Ustadz Bernardus Doni alias Bernard Abdul Jabbar yang ditahan dalam kasus penculikan disertai penganiayaan terhadap aktivis media sosial, Ninoy Karundeng.

Demikian disampaikan Divisi Media Center DPP PA 212 Ustadz Novel Bamukmin melalui keterangan tertulisnya yang diterima Kantor Berita Politik RMOLJakarta, Rabu (9/10).

"Kami menuntut Ustadz Bernard dibebaskan dari tahanan," kata Novel.

Novel menilai penahanan Bernard prematur dan sangat dipaksakan serta terindikasi sarat kepentingan politik.

Bukan cuma itu, Novel juga mendesak Polda Metro Jaya memproses hukum Ninoy Karundeng.

Karena Ninoy secara terbuka sudah mengakui bahwa data dari laptopnya penuh dengan konten ujaran kebencian dan penghinaan terhadap ulama dan aktivis.

"Ninoy juga sering memframing berita-berita negatif," tutup Novel.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, Bernard dikenakan Undang-undang ITE karena yang bersangkutan menyebarkan video Ninoy ke media sosial.

Selain Sekjen PA 212, dalam kasus ini, penyidik akan memeriksa Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI), Munarman. Karena dia diketahui meminta rekaman CCTV Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta, tempat Ninoy diduga disekap dan dianiaya.

Seperti diketahui, relawan Jokowi, Ninoy Karundeng, menjadi korban penganiayaan sejumlah orang tak dikenal. Pegiat media sosial itu diduga dianiaya karena tulisannya di media sosial.

Kejadian yang menimpa Ninoy terjadi pada Senin (30/9) malam. Ninoy yang tengah berkendara sepeda motor ke arah Pejompongan, Jakarta Pusat, bertemu massa aksi yang sedang mengangkut rekannya karena terkena gas air mata.

Ninoy lantas memotret keadaan sekitar serta korban yang terkena gas air mata dengan ponselnya. Massa pun curiga dengan aksi Ninoy.

Kemudian, massa langsung merampas dan memeriksa isi ponsel Ninoy. Massa menuding jika Ninoy kerap menyerang lawan politiknya di media sosial.[dod]

Komentar Pembaca
Tim Ekonomi Jilid Satu Harus Dirombak Total

Tim Ekonomi Jilid Satu Harus Dirombak Total

SENIN, 14 OKTOBER 2019 , 15:16:32

Merah Putih Terpanjang di Persawahan

Merah Putih Terpanjang di Persawahan

MINGGU, 13 OKTOBER 2019 , 09:57:31

Video Bukti Upaya Pembunuhan Wiranto Bukan Rekayasa

Video Bukti Upaya Pembunuhan Wiranto Bukan Rekayasa

JUM'AT, 11 OKTOBER 2019 , 16:08:49