Kritisi Sampul, GO Indonesia: Tempo Bukan Tempe

Polhukam  KAMIS, 10 OKTOBER 2019 , 09:50:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Kritisi Sampul, GO Indonesia: Tempo Bukan Tempe

Cover majalah Tempo/Net

Sampul majalah Tempo dalam salah satu edisinya menggemparkan publik. Dalam sampul tersebut tampak gambar wajah Presiden Joko Widodo dengan bayangan hidung memanjang, layaknya tokoh kartun Pinokio.

Pro kontra pun dengan cepat mencuat. Sebagian publik menyatakan bahwa sampul tersebut bukanlah sesuatu yang elok, sebagian lainnya mengganggap itu adalah hal yang biasa.

Selain itu, majalah Tempo kembali menuai kontroversi pada edisinya pada 5 Oktober, dengan menampilkan sosok Presiden Joko Widodo yang ditampilkan seperti orang yang sedang kebingungan mengambil keputusan dengan menghitung kancing baju.

Pakar Politik dari Generasi Optimis (GO) Indonesia, Tigor Guna Haposan Sinaga menuding Tempo telah menghina simbol negara dengan menampilkan gambar Presiden Jokowi melalui cara yang tidak pantas.

"Tempo itu bukan majalah kelas tempe. Yang bisa dibayar oleh pihak tertentu untuk menyudutkan Pemerintah," kata Tigor melalui keterangan tertulisnya, Kamis (10/10).

Meski begitu, Tigor menyatakan, pihaknya menghormati kebebasan pers dan menghargai hak pers untuk mengkritik.

"Tapi juga mengingatkan agar kode etik jurnalistik tidak ditinggalkan. Bahwa Tempo sudah mengabaikan etika dan estetika jurnalistik dalam cover edisi 5 Oktober 2019," tegas Tigor.

Lolosnya sampul edisi tersebut hingga naik cetak, Tigor menyebut Tempo seperti meludahi mukanya sendiri. Sekaligus membenamkan dirinya ke dalam kubangan.

Sebelumnya protes keras pun muncul dari Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin. Ngabalin mengatakan sampul nyeleneh tersebut telah mencederai nama besar presiden.[dod]

Komentar Pembaca