Nasdem Bantah Informasi APBD Ditutup-tutupi

Politik  KAMIS, 10 OKTOBER 2019 , 16:18:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Nasdem Bantah Informasi APBD Ditutup-tutupi

Wibi Andrino/Ist

Hingga hari ini Kebijakan Umum APBD Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS) DKI Jakarta 2020 belum diunggah ke website DPRD DKI Jakarta.

Hingga akhirnya muncul pandangan yang menyebut bahwa informasi tentang KUA PPAS terkesan ditutup-tutupi dan tidak transparan.

Apalagi setelah diketahui ada beberapa mata anggaran yang diusulkan yang disoal, seperti anggaran Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), rumah dinas gubernur, pengadaan antivirus, sanitasi Grogol, dan lain-lain.

Menanggapi hal ini, Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino menjelaskan, KUA PPAS tidak bisa secara langsung diunggah ke website APBD.Jakarta.go.id karena masih diperlukan pembahasan dengan DPRD, antara Banggar, Komisi dan TAPD.

"Seperti yang sama-sama kita ketahui di DPRD yang periode baru ini belum terbentuk secara resmi mengenai komisi dan badan," kata Wibi melalui keterangan tertulisnya, Kamis (10/10).

Sistem saat ini juga sudah menerapkan sistem e-budgeting yang akan menampilkan secara otomatis KUA PPAS setelah melalui proses pembahasan.

Selain itu, KUA PPAS harus sesuai dengan RKPD seperti yang diatur dalam PP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

"Kondisi saat ini, RKPD 2020 juga masih belum rampung, masih rancangan awal, dan sepertinya masih ada revisi yang akan dilakukan. Kita mempertanyakan kinerja Bappeda Pemprov DKI Jakarta," ujar Wibi.

Oleh sebab itu, Nasdem berjanji berupaya berusaha mempercepat proses publikasi KUA PPAS tersebut.

"Sebetulnya yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana evaluasi kinerja TAPD dan Bappeda yang lambat dalam perencanaan sehingga hanya sedikit waktu yang ada bagi DPRD DKI Jakarta untuk membahas anggaran tahun 2020," terang Wibi.

Nasdem juga berharap masyarakat jangan buru-buru menilai ini ditutup-tutupi atau ada sesuatu hal tidak baik yang direncanakan.

"Apalagi sampai ada pihak yang untuk kepentingan pribadi atau golongannya, memanfaatkan situasi ini buat menciptakan kegaduhan dan membuat keresahan di masyarakat," pungkasnya.[dod]

Komentar Pembaca
Tim Ekonomi Jilid Satu Harus Dirombak Total

Tim Ekonomi Jilid Satu Harus Dirombak Total

SENIN, 14 OKTOBER 2019 , 15:16:32

Merah Putih Terpanjang di Persawahan

Merah Putih Terpanjang di Persawahan

MINGGU, 13 OKTOBER 2019 , 09:57:31

Video Bukti Upaya Pembunuhan Wiranto Bukan Rekayasa

Video Bukti Upaya Pembunuhan Wiranto Bukan Rekayasa

JUM'AT, 11 OKTOBER 2019 , 16:08:49