Serobot Jalur Sepeda Terancam Denda Setengah Juta

Jakarta  MINGGU, 13 OKTOBER 2019 , 09:10:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Serobot Jalur Sepeda Terancam Denda Setengah Juta

Syafrin Liputo/RMOL

Pemprov DKI Jakarta saat ini sedang giat membangun jalur dan tempat parkir untuk sepeda. Tujuannya tidak lain mendorong lebih banyak warga Jakarta beraktivitas menggunakan sepeda.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sendiri berulang kali mengatakan bahwa sepeda bukan hanya sebagai alat olahraga melainkan juga alat transportasi.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, ada tiga jenis marka yang dipergunakan pada jalur sepeda di Jakarta.

"Pertama adalah marka garis lurus solid yang tujuannya untuk menandakan jalur tersebut adalah jalur khusus sepeda," ujar Syafrin saat menemani Gubernur DKI Jakarta meresmikan jalur sepeda fase kedua, Sabtu (12/10).

Syafrin melanjutkan, kedua ada marka berwarna hijau yang ditempatkan di awal dan akhir jalur sepeda sebagai penanda kepada seluruh pengendara begitu melintasi jalur hijau ini, artinya sedang memasuki jalur yang diperuntukan hanya bagi sepeda.

Yang terakhir ada marka berupa garis putih putus-putus. Marka tersebut menandakan bahwa jalur tersebut bukan hanya khusus sepeda, tapi milik bersama.

Syafrin menambahkan, bagi pengendara bermotor yang menyerobot jalur sepeda yang sudah ditetapkan diatas maka akan ada sanksi yang dikenakan.

Sanksi yang diberikan sesuai dengan Pasal 284 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Terhadap pelanggaran lalu lintas untuk jalur sepeda, ini akan dikenakan sanksi tindak pidana ringan berupa pidana dua bulan atau denda maksimal Rp500 ribu sesuai pasal 284,” tutup Syafrin.[dod]

Komentar Pembaca