Komnas Perempuan Berharap Proses Hukum Istri Mantan Dandim Kendari Proporsional

Hukum  SENIN, 14 OKTOBER 2019 , 13:54:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Komnas Perempuan Berharap Proses Hukum Istri Mantan Dandim Kendari Proporsional

Kolonel Hendi Suhendi dan Irma Nasution/Ist

Pepatah 'Mulutmu Harimaumu' menggambarkan mereka yang tak berpikir panjang dalam melontarkan kata-kata. Namun di zaman serba canggih ini, bukan hanya mulut, jari pun melalui media sosial bisa membuat orang lain tersinggung.

Akibatnya tidak jarang postingan tersebut seperti senjata makan tuan. Status yang ditulis di media sosial tanpa berpikir panjang kerap kali merugikan diri sendiri.

Hal tersebut seperti dialami Kolonel Hendi Suhendi yang harus dicopot dari jabatannya sebagai Komandan Kodim (Dandim) Kendari dan ditahan 14 hari karena melanggar etik. Hal ini karena istirnya, Irma Nasution menuliskan kalimat nyinyir di akun Facebooknya.

Walau tanpa menyebut nama, Irma sepertinya meledek Menko Polhukam Wiranto yang mengalami insiden penusukan.

Terkait hal ini, Komisi Nasional Antikekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) berharap sanksi yang diberikan kepada istri TNI tersebut berlaku adil.

Hak politik perempuan harus tetap dijamin dan tidak berhenti, karena status perkawinan dalam hal ini menikah dengan anggota TNI.

"Pada prinsipnya suatu sanksi harus edukatif, membuat jera tetapi tetap harus adil," kata Komisioner Komnas Perempuan, Yuniyanti Chuzaifah, dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/10).

"Komnas Perempuan berharap TNI memproses istri-istri TNI yang berhadapan dengan hukum, dengan proporsional, tidak berlebihan, memegang prinsip fair trial dan hak asasinya khususnya sebagai perempuan," sambungnya.

Untuk diketahui, Kolonel Hendi resmi dicopot dan digantikan oleh Kolonel Inf Alamsyah. Upacara pencopotan itu digelar di Aula Sudirman Makorem 143 Halu Oleo, Sabtu (12/10). Istri Hendi pun disebut bakal diproses lewat peradilan umum karena diduga melanggar UU ITE.[dod]

Komentar Pembaca