Demokrat Puji Anies Manjakan Pejalan Kaki

Jakarta  KAMIS, 17 OKTOBER 2019 , 19:47:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Demokrat Puji Anies Manjakan Pejalan Kaki

Misan Samsuri/Net

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dianggap berhasil membawa kemajuan di Jakarta dalam dua tahun kepemimpinannya. Salah satunya, pejalan kaki yang diberikan ruang lebih luas dan nyaman dengan revitalisasi trotoar di sejumlah ruas jalan.

Demikian dikatakan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Misan Samsuri di Jakarta, Kamis (17/10).

"Dua tahun Anies banyak kemajuan. Saya melihat banyak terobosan yang bagus. Terkait trotoar itu bagus. Kan tidak semuanya ditempatkan PKL di trotoar. Penempatan PKL hanya di titik-titik tertentu, dan itu bagus untuk kesetaraan warga Jakarta," kata Misan.

Sekretaris DPD Partai Demokrat ini menilai, revitalisasi trotoar juga membuat pedestrian semakin lebar, sehingga pejalan kaki lebih leluasa beraktivitas. Terlebih, revitalisasi trotoar itu pun dilengkapi taman, spot budaya, hingga ubin pemandu yang bisa membantu penyansang tuna netra.

"Kalau dulu, orang mau jalan nggak nyaman, takut keserempet motor. Kalau sekarang trotoarnya luas lebih nyaman," ujar Misan.

Diketahui, pembangunan jalur pedestrian menjadikan pejalan kaki sebagai arus utama (mainstream), mengedepankan kesetaraan bagi seluruh lapisan masyarakat Jakarta, mulai dari anak-anak, ibu hamil, lansia, hingga para penyandang disabilitas.

Kesetaraan tersebut tercermin dari tersedianya ramp (bidang miring), guiding block (paving kuning di trotoar), hingga pemuatan instalasi dan aktualisasi karya seni di ruang-ruang terbuka yang bisa dinikmati setiap warga dengan bebas.

Revitalisasi trotoar telah dilakukan sepanjang 134 kilometer sejak 2017 hingga 2019. Angka ini ditargetkan akan terus meningkat pada tahun 2020, di mana telah disiapkan revitalisasi trotoar sepanjang 47 kilometer dengan anggaran optimal hingga Rp 1,1 triliun.

Salah satu hasil revitalisasi trotoar yang dijadikan percontohan adalah di Jalan Sudirman-MH. Thamrin yang direvitalisasi pada 2017-2018. Jalur pedestrian tersebut sudah didesain ramah bagi para penyandang disabilitas, termasuk adanya pelican crossing antar trotoar di sisi barat dan timur.

Revitalisasi trotoar di tahun ini diperluas ke lima wilayah kota administrasi di DKI Jakarta. Sebanyak 51 lokasi jalan di seluruh wilayah Jakarta yang mengalami revitalisasi trotoar dengan total anggaran sekitar Rp 327 miliar, antara lain di Jalan KH. Wahid Hasyim dan Sudirman-Thamrin (Jakarta Pusat), Jalan Sisingamangaraja hingga Jalan Fatmawati (Jakarta Selatan), Kawasan Velodrome (Jakarta Timur), Jalan Daan Mogot (Jakarta Barat), Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Pluit Selatan Raya (Jakarta Utara).

Setidaknya, terdapat 10 titik lokasi trotoar yang telah dan sedang direvitalisasi hingga akhir tahun 2019. Yaitu, trotoar di Jalan Dr Satrio, trotoar di Jalan Otto Iskandardinata, trotoar di Jalan Matraman Raya, trotoar di Jalan Pangeran Diponegoro, trotoar di Jalan Kramat Raya dan jalan Salemba Raya, trotoar di Jalan Cikini Raya, trotoar di Jalan Latumenten, trotoar di Jalan Danau Sunter Utara, trotoar di Jalan Yos Sudarso, dan trotoar di Jalan Kemang Raya.

Kawasan yang juga menjadi sorotan penting revitalisasi pada tahun ini adalah trotoar Cikini dan trotoar Kemang.

Di trotoar Cikini, jalur sepanjang 10 kilometer ini akan diperlebar, dari semula hanya 3 meter menjadi 4,5-6 meter. Yaitu, 1,5 meter untuk pejalan kaki; 1,5 meter untuk penyandang disabilitas; 1,5 meter untuk street furniture; 0,5 sampai 1 meter untuk amenities (perlengkapan penunjang).[dod]

Komentar Pembaca