Organda Persoalkan Kelayakan Bus Zhongtong

Jakarta  JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 13:34:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Organda Persoalkan Kelayakan Bus Zhongtong

Bus Transjakarta merek Zhongtong/Net

Puluhan unit bus Transjakarta asal China dengan merek Zhongtong kembali mengaspal di jalanan Ibukota sejak Jumat (11/10) lalu.

Bus Zhontong ini sempat diberhentikan pengoperasiannya di era kepemimpian Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok karena mengalami sejumlah permasalahan.

Mulai dari bus yang kerap terbakar sehingga dipersoalkan dari segi keamanannya dan juga bus Zhongtong juga pernah bermasalah terkait praktik korupsi.

Terkait hal tersebut, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta Shafruhan Sinungan mendesak agar PT Transjakarta harus benar-benar mengkroscek kondisi fisik kendaraan, tingkat kelayakan dan kejelasannya.

"Kelayakan itu secara teknis kelistrikan maupun mesin harus benar-benar clear. Kondisi kendaraan harus benar-benar termonitor. Karena mobil ini sudah lama tidak beroperasi," kata Shafruhan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (18/10).

Shafruhan juga menyatakan harus ada ketegasan terhadap bus Zhongtong yang bermasalah. Misalnya dengan memberhentikan pengoperasiannya.

"Tapi kalau kondisi mobil ini kan sebagian bukan pabrikan. Ada karoserinya. Pabrik hanya mesin saja. Kalau dari persoalan mesin, saya sepakat direcall. Tapi bukan diberhentikan operasinya melainkan diganti part-nya yang tidak beres," jelasnya.

Untuk persoalan ini, Shafruhan menyebut yang bertanggungjawab adalah Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM). "Nah yang jadi pertanyaan adalah ATPM Zhongtong di Indonesia siapa ya?," tanyanya.

"Saya bertanya lagi siapa Importirnya? ATPM nya kan tidak ada. Importirnya bertanggung jawab tidak. Nah legalitas itu yang harus clear, " katanya.

Untuk itu, Shafruhan menegaskan harus ada legalitas operasional terkait bus Zhongtong tersebut.

" Importirnya harus clear. Buat surat pernyataan dan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu. Harus bertanggung jawab dia. Masa importir lepas tangan. Ingat importir itu bukan agen pemegang merk," tandasnya.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, kembali mengaspalnua bus Transjakarta asal China Zhongtong karena adanya lonjakan penumpang.[dod]

Komentar Pembaca