Datangi Rumdin Wapres, Mahfud MD Dkk Bahas Papua Hingga KPK

Nasional  JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 22:11:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Datangi Rumdin Wapres, Mahfud MD Dkk Bahas Papua Hingga KPK

Gerakan Suluh Indonesia/RMOL

Menjelang berakhirnya masa bakti Jusuf Kalla (JK) sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia, sejumlah tokoh yang tergabung dalam Gerakan Suluh Kebangsaan mendatangi Rumah Dinas Wapres di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat untuk bersilaturahim sekaligus mengucapkan salam perpisahan.

Para tokoh yang hadir dalam pertemuan tertutup tersebut diantaranya Mahfud MD, Alwi Shihab, Gus Solah dan Lisa Wahid.

Mahfud mengatakan, ada banyak hal yang dibicarakan bersama JK dalam pertemuan tersebut. Misalnya yang berkaitan dengan permasalahan bangsa saat ini.

"Tadi bercengkrama banyak. Ada soal Papua dan KPK kita diskusikan juga secara terbuka. Kita bisa saling mengerti apa sudut pandang pemerintah apa sudut pandang kita. Kita pertemukan disitu," ujar Mahfud, Jumat (18/10).

Mahfud menjelaskan, baik masalah Papua maupun mengenai KPK semuanya tersedia jalan untuk diperbaiki menurut konstitusi.

"Konstitusi memberi banyak jalan dan kita harus ikuti jalan-jalan yang sudah ditentukan itu. Apakah itu soal Papua yang sering dikaitkan dengan separatisme, atau soal KPK yang sering dikaitkan dengan penguatan atau pelemahan dan sebagainya," jelas Mahfud.

Menurut mantan Hakim Konstitusi ini, perbedaan-perbedaan seperti itu di negara demokrasi adalah hal yang biasa.

"Perbedaan itu sedang kita diolah dan menuju jalur konstitusional. Insyaallah bisa diterima oleh kita semuanya tapi tentu tidak bisa terburu-buru," ujar Mahfud.

Untuk itu, Mahfud bersama para tokoh lainnya meminta JK untuk ikut terlibat menyelesaikan masalah Papua.

"Karena beliau punya pengalaman dan beliau mengatakan mungkin diminta sebagai utusan khusus perdamaian dalam dan luar negeri. Jadi sejalan dengan usul kami," pungkas Mahfud.

Kendati banyak yang dibicarakan, Mahfud membantah kalau pertemuan tersebut membahas soal Kabinet Kerja jilid II.

"Enggak, nggak ada urusan dengan kita. Itu urusan Istana dan disini gak ada yang masuk dalam kabinet. Yang ada yang mau keluar," demikian Mahfud.[dod]

Komentar Pembaca