Go Indonesia: Dipimpin Jokowi-Ma'ruf Keadilan Harus Ditegakkan

Nasional  SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 14:20:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Go Indonesia: Dipimpin Jokowi-Ma'ruf Keadilan Harus Ditegakkan

Jokowi-Ma'tuf/Ist

Joko Widodo dan Ma'ruf Amin banjir ucapan selamat selepas dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024 di Gedung Parlemen, Minggu (20/10).

Publik pun menaruh harapan besar kepada keduanya agar dapat menuntaskan program dan janji kampanye serta memastikan keutuhan bangsa Indonesia.

Pemerhati Sosial dari Generasi Optimis (GO) Indonesia, Dhimas Anugrah mengatakan, dalam pandangan sosiologi agama, Pemerintah merupakan alat dan anugerah umum Sang Khalik supaya kekacauan dan ketidaktertiban bisa diminimalisasi di tengah masyarakat.

"Karena itu Pemerintah perlu tegas menjunjung supremasi keadilan. Bukan sekadar supremasi hukum, tapi supremasi keadilan. Karena tujuan adanya kesepakatan hukum adalah terciptanya keadilan di antara masyarakat," ungkap Dhimas kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (21/10).

Pria yang namanya masuk dalam bursa calon Wali Kota Surabaya itu juga mendorong Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin menegakkan keadilan tanpa pandang bulu, serta mengapresiasi yang berbuat baik dan menghukum yang berbuat jahat.

"Panggilan menjadi pejabat Pemerintah ini panggilan yang mulia, jadi saya harap semua pejabat di bawah Pemerintahan Pak Jokowi tidak mencemari panggilan ini dengan praktik fraud, seperti korupsi atau penyalahgunaan jabatan," kata Dhimas.

Dalam sosiologi agama, Dhimas melanjutkan, Pemerintah adalah hamba Allah bagi kebaikan masyarakat. Karena itu, pemerintah perlu serius menjamin kesejahteraan masyarakat.

Jaminan kesejahteraan dan pembangunan ekonomi itu haruslah bagian dari pelaksanaan keadilan. Selain itu, keadilan juga terwujud melalui pemerataan pembangunan.

Tujuan sistem demokrasi adalah untuk meminimalisasi penyimpangan dan untuk menghasilkan kebijakan terbaik bagi masyarakat. Oleh sebab itu pengawasan dan masukan masyarakat melalui ruang publik sangat diperlukan.

"Indonesia adalah rumah bersama bagi kita. Intoleransi tidak boleh lagi ada di bumi Ibu Pertiwi. Kita perlu toleran terhadap orang-orang yang berbeda dengan kita," pungkas Dhimas Anugrah.[dod]

Komentar Pembaca