Surat Terbuka Untuk Anies Dari Eks Relawan

Suara Rakyat  SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 23:32:00 WIB

Surat Terbuka Untuk Anies Dari Eks Relawan

Anies Baswedan/Ist

SAAT pesta demokrasi Pilkada DKI Jakarta 2017, sebagai Cagub-Cawagub Anies Baswedan-Sandiaga Uno meluncurkan 23 program janji kampanye.

Alhamdulillah, meski belum 100 persen, sejumlah program sudah Pak Anies tuntaskan satu per satu. Hal ini bisa dibilang wajar karena masa tugas Pak Anies masih tiga tahun lagi.

Namun dari 23 program janji Pak Anies, sepertinya ada yang belum tersentuh yaitu butir 7 dan 8 yang berbunyi:

7. Membangun pemerintahan yang bersih, modern dan melayani berbasis transparansi, akuntabilitas dan keteladanan dengan mengoptimalkan pelibatan Publik dan pemanfaatan teknologi (Smart City)

8. Mengembangkan kinerja dan tata kelola pemerintahan untuk merealisasikan rencana kerja hingga 95 persen, mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian dalam audit laporan keuangan, mencapai predikat 80 dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP), menghentikan penyelewengan di dalam birokrasi, dan memperbaiki manajemen aset-aset milik pemerintahan Provinsi DKI Jakarta

Adapun yang bertentangan terhadap janji Pak Anies pada butir 7 dan 8 adalah lelang e-Katalog yang dilakukan BPPBJ DKI Jakarta, selaku pihak yang bertanggugjawab terhadap segala macam bentuk pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, baik secara penunjukan langsung, lelang terbuka ataupun katalog elektronik, melakukan pengadaan terhadap penyedia jasa pada Katalog Elektronik untuk tahun anggaran 2019-2022.

Ketentuan tentang katalog elektronik sendiri diatur dalam Peraturan LKPP Nomor 11 Tahun 2018 tentang Katalog Elektronik. Untuk persyaratan penyedia barang/jasa konstruksi Katalog Elektronik lokal secara jelas tertuang dalam Pasal 13 huruf f Peraturan LKPP Nomor 11 Tahun 2018 tentang Katalog Elektronik yang berbunyi dalam hal penyedia katalog elektronik berbentuk badan usaha/perorangan maka penyedia merupakan prinsipal produsen atau mata rantai pasok terdekat dari prinsipal produsen”.

Jadi sudah jelas bahwa untuk penyedia katalog elektronik harus prinsipal produsen. Pada tanggal 3 Oktober 2018 Kepala BPPBJ DKI Jakarta menyurati Ketua LKPP dengan Surat bernomor 1745/-075, untuk meminta perluasan tafsir mengenai penyedia katalog elektronik lokal, agar penyedia jasa konstruksi yang bukan prinsipal produsen atau mata rantai pasok terdekat prinsipal produsen, dapat diakomodir menjadi penyedia pada katalog elektronik lokal DKI Jakarta.

Hal ini menjadi bukti bahwa Kepala BPPBJ DKI Jakarta merancang suatu penyelewengan terhadap proses pengadaan penyedia katalog elektronik lokal di DKI Jakarta.

Akan tetapi Ketua LKPP melalui Direktur Pengembangan Sistem Katalog dalam Surat Nomor 11097/D.2.2/11/2018 tanggal 1 November 2018, menanggapi surat dari Kepala BPPBJ dan menekankan bahwa pihak penyedia ÿang berkontrak katalog dengan Pemerintah adalah prinsipal produsen atau mata rantai pasok terdekat dengan prinsipal produsen”. Hal ini bertujuan sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi melalui pemangkasan rantai pasok, sehingga Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah lebih efisien.

Sesuai data yang saya miliki, dalam paket pekerjaan penyedia barang/jasa katalog elektronik lokal paket hotmix; Recycling Road; Marka Jalan; Sumber Penerangan Jalan; dan Pengolahan Air Limbah dilaksanakan sesuai dengan Pasal 13 huruf f peraturan LKPP Nomor 11 tahun 2018 tentang Katalog Elektronik.

Namun dalam paket pekerjaan penyedia varang/jasa katalog elektronik lokal untuk kategori pekerjaan Jalan Beton, Beton Precast dan Beton Rapid Setting, BPPBJ DKI Jakarta membuat aturan main sendiri dengan membuat syarat yang tertuang dalam dokumen Lembar Data Pemilihan (LDP) sebagaimana termuat dalam:

- Poin 1.2 huruf q yang berbunyi Untuk Penyedia Jasa yang menawarkan pekerjaan Jalan Beton No. 1 s.d 10 harus memiliki dukungan material utama dari Produsen dalam bentuk surat dukungan dan dapat diklarifikasi”.

- Poin 1.4 huruf m yang berbunyi Untuk Penyedia Jasa yang menawarkan pekerjaan Beton Rapid Setting harus memiliki dukungan material utama dari produsen dalam bentuk surat dukungan dan dapat diklarifikasi”.

Lelang dilaksanakan tidak sesuai dengan Pasal 13 huruf f Peraturan LKPP Nomor 11 Tahun 2018 tentang Katalog Elektronik yang berbunyi dalam hal Penyedia Katalog Elektronik berbentuk Badan Usaha/perorangan maka Penyedia merupakan Prinsipal Produsen atau mata rantai pasok terdekat dari Prinsipal Produsen”, bukan Penyedia Jasa yang hanya memiliki surat dukungan semata, yang mana hal ini tidak sejalan dengan tujuan Katalog Elektronik untuk meningkatkan efisiensi dalam belanja Pemerintah melalui pemangkasan rantai pasok.

Sebagai data pembanding, BPPBJ DKI Jakarta dalam Lembar Data Pemilihan (LDP) pada paket pekerjaan Penyedia Barang/Jasa Katalog Elektronik Lokal Hotmix; Recycling Road; Marka Jalan; Sumber Penerangan Jalan; Pengolahan Air Limbah; Sumur Resapan Dangkal, pada Poin 1 yang berbunyi Persyaratan penyedia harus:

1.1. Prinsipal/produsen;

1.2. Distributor/agen.

Lelang dilaksanakan sesuai dengan Pasal 13 huru f Peraturan LKPP Nomor 11 tahun 2018 tentang Katalog Elektronik, yang mana penyedia wajib selaku Prinsipal Produsen atau mata rantai pasok terdekat dari Prinsipal Produsen.

Sebagai referensi untuk Pak Anies, saya salah satu eks Presidium Relawan Anies-Sandi saat Pilkada DKI Jakarta yang juga sebagai Direktur Eksekutif Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I).

Banyak hal yang saya ketahui permainan yang tidak sesuai dengan butir 7 dan 8 dalam 23 program yang Pak Anies janjikan. Contohnya pengadaan meubeler tahun 2018 dan proyek konsolidasi renovasi sekolah, dengan alasan bahwa itu dilakukan untuk kebutuhan tahun 2024.

Dan yang paling hebat, pada 21 Oktober 2019 BPPBJ DKI Jakarta masih membuka lelang tahap II katalog elektronik lokal kategori pekerjaan trotoar, meskipun pada prinsipnya katalog trotoar tahap I masih banyak kontraktor yang belum dapat pekerjaan yang sudah lulus katalog tahap I.

Sepertinya tidak ada artinya bagi mereka lembaga hukum. Mengingat situasi dan kondisi yang semakin mencemaskan dalam lelang katalog elektronik yang sudah tidak sejalan dengan aturan dan peraturan.

Maka dalam kesempatan ini secara resmi saya mencabut dukungan saya secara pribadi dan lembaga yang saya pimpin terhadap Pak Anis Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta. Semoga sukses dan langgeng sampai tahun 2022.

Demikian surat terbuka ini saya sampaikan.[dod]

Tom Pasaribu Direktur Eksekutif KP3-I

Komentar Pembaca
Ketika Prabowo Membuktikan Kepiawaiannya Di Depan Anggota DPR
Bangga Claudia

Bangga Claudia

SELASA, 12 NOVEMBER 2019

Elegi Avonturisme Alfian Dan William

Elegi Avonturisme Alfian Dan William

SABTU, 09 NOVEMBER 2019

Menteri Jangan Bikin Gaduh Di Ruang Publik
Radikal LaVani

Radikal LaVani

KAMIS, 07 NOVEMBER 2019

Sanksi Berat William

Sanksi Berat William

RABU, 06 NOVEMBER 2019