GNR Persoalkan Banyak Yang "Jualan” Aktivis 98 di Tangsel

Polhukam  SELASA, 22 OKTOBER 2019 , 12:18:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

GNR Persoalkan Banyak Yang

Presidium Garda Nasional untuk Rakyat/Ist

Maraknya aktivis karbitan yang muncul mengatasnamakan aktivis 98 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi sorotan publik.

Presidium Garda Nasional untuk Rakyat (GNR), Agung Hadi Wibowo mengatakan, pergerakan para aktivis 98 itu tidak hanya di tahun 1998 saja, melainkan dari sejak awal tahun 1990-an dari forum diskusi hingga advokasi masyarakat.

Agung mengatakan, perjalanan perjuangan 98 juga mengalami jatuh bangun. Jatuh lagi dan bangun lagi hingga bisa menggulirkan reformasi.

Namun perjuangan tersebut kini seolah-olah hanya dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk mencari keuntungan pribadi dengan mengaku sebagai aktivis 98.

"Sangat disayangkan gerakan 1998 diklaim banyak orang. Apalagi klaim aktivis yang tidak pernah mengalami perjalanan panjang perjuangannya (aktivis karbitan), dan yang patut disayangkan ada juga yang mengaku aktivis 98 ini melakukan demo mengarah hal-hal tertentu dengan hanya memperkaya diri sendiri dan bukan untuk kepentingan rakyat banyak," kata Agung melalui keterangan tertulisnya, Selasa (22/10).

Lebih lanjut Agung menjelaskan, bahwa cara-cara seperti itu bukan salah satu program aktivis 98 untuk memberikan kritik kepada pemerintahan.

"Bukan begini caranya, kalau aktivis 98 itu mengedepankan dialog dan diskusi," jelas Agung.

Tak hanya itu, dedengkot aktivis Forum Kota (Forkot) tersebut pun mengaku malu jika mendengar pergerakan demo yang bermunculan dengan cara menjual nama aktivis 98.

Hal serupa disampaikan mantan aktivis Universitas Mercu Buana, Iman. Ia mengaku sedih nama aktivis 98 dijual bukan untuk kepentingan rakyat.

"Aktivis 98 itu elegan, jika ada kebijakan yang dianggap salah dalam pemerintahan seharusnya dilalui dengan cara berdialog, diskusi dan juga mengkritisi melalui media massa sebelum melakukan aksi di jalan. Tapi kalau langsung melakukan aksi turun ke jalan itu bisa dibilang preman," tegas Iman.

Sebelumnya beredar informasi ada kelompok gerakan aktivis berencana bakal melakukan aksi demostrasi di Pemkot Tangsel.[dod]

Komentar Pembaca