Akal-akalan Bisnis Doping Kuda 100 Ribu Dolar AS, WN Perancis Disidang Di PN Jakpus

Hukum  SELASA, 22 OKTOBER 2019 , 19:46:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Akal-akalan Bisnis Doping Kuda 100 Ribu Dolar AS, WN Perancis Disidang Di PN Jakpus

Sidang kasus penipuan WN Perancis/Ist

Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menggelar sidang kedua kasus penipuan dan penggelapan dengan terdakwa Banbarek Nordin alias Ben Maxime Mc. Cool (51), seorang warga negara Perancis.

Sidang yang digelar hari ini Selasa (22/10), mengagendakan mendengarkan keterangan saksi korban RAH.

Dalam keterangannya, RAH mengaku Ben Maxime melakukan penipuan dengan cara menjanjikan pembagian hasil bisnis doping kuda untuk modal biaya hidup bersama dalam membangun rumah tangga.

"Awal mulanya Pak Hakim, saya berkenalan dengan tersangka. Dia mengaku masih sendiri dan kita mulai berpacaran," ujar RAH dalam kesaksiannya.

"Semasa bersama itu, dia mengajak saya berbisnis doping kuda yang dibeli di Bogor dan sudah ada pembelinya dari Dubai. Saya dibawa kemana-mana dan dikenalkan kepada teman-temannya. Dia sebut harga doping kuda itu mencapai 100 ribu dolar AS," sambungnya.

Dalam persidangan tersebut, JPU Danang Leksono Wibowo bertanya soal penyerahan uang 100 ribu dolar AS kepada terdakwa.

RAH mengatakan bahwa dirinya menyerahkan uang di salah satu hotel di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

"Saya akhirnya ikuti semua kemauan dia. Saya dimintai uang 100 ribu dolar AS untuk membeli dua botol doping tersebut. Saya memberikannya di hotel kawasan Thamrin," jelas RAH.

RAH mengungkapkan, setelah uang diterima, mendadak yang bersangkutan sulit dihubungi. Hingga suatu saat Banbarek mengaku sakit dan sedang dirawat di rumah sakit.

"Setelah diterima terdakwa uang itu Pak Hakim, dia sulit dihubungi," ungkap RAH.

Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang lain.[dod]

Komentar Pembaca