Era Jokowi, Ekonomi Kerakyatan Cuma Jargon

Ekonomi  RABU, 23 OKTOBER 2019 , 20:01:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Era Jokowi, Ekonomi Kerakyatan Cuma Jargon

Prof. Dr. Agustitin Setyobudi/RMOL

Ekonomi kerakyatan yang selama ini digadang-gadang oleh Pemerintah ternyata sampai hari ini masih sebatas jargon. Sebab, apabila ekonomi kerakyatan benar-benar ingin diterapkan, maka cara yang paling benar adalah dengan koperasi.

Demikian disampaikan Ketua Umum Induk Koperasi Pegawai Republik Indonesia (IKPRI) Prof. Dr. Agustitin Setyobudi saat diwawancarai Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (23/10).

Agustitin mengatakan, koperasi memberikan jaminan kesejahteraan kepada anggotanya. Karena di dalam koperasi terdapat asas gotong royong yang menjadi identitas bangsa Indonesia.

Namun sangat disayangkan koperasi banyak dipandang sebelah mata dan dianggap kuno. Masyarakat tampaknya lebih percaya kepada bank yang pada dasarnya menurut Agustitin adalah bagian dari kapitalis.

"Untuk itu, koperasi sendiri harus ada inovasi agar generasi milenial lebih tertarik dan salah satu caranya yaitu koperasi harus dimasukan kedalam kurikulum," kata Agustitin.

Tak hanya sampai situ, kalau betul-betul menginginkan perekonomian rakyat Indonesia maju maka juga harus ada dukungan dan kesadaran dari semua kementerian untuk mengedepankan sistem koperasi.

"Semua menteri tertuju pada ekonomi rakyat, mau mensejahterakan rakyat. Nah itu tidak terlepas dari sistem pengelolaan Koperasi," tegasnya.

Yang lebih mengejutkan, Agustitin bercerita, asas koperasi ternyata banyak diterapkan di negara lain yang notabene kapitalis.

"Pidato Presiden Jokowi kemarin saat pelantikan dalilnya sebenarnya menerapkan asas koperasi. Cuma Presiden ngerti koperasi atau enggak? Jangan-jangan staf ahli ekonominya ekonomi kapitalis," sindirnya.

"Ngomong koperasi hanya pas hari koperasi aja. Saat hari koperasi di Purwokerto pun Presiden diwakilkan Wapres, tapi tak datang. Kemudian diwakilkan oleh Menteri Koperasi. Menteri Koperasi orang politik, nggak ngerti soal koperasi. Betapa gemesnya kita," pungkasnya.[dod]

Komentar Pembaca