Idham Azis Paling Layak Dan Penuhi Syarat Jadi Kapolri

Nasional  RABU, 23 OKTOBER 2019 , 22:36:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Idham Azis Paling Layak Dan Penuhi Syarat Jadi Kapolri

Komjen Pol Idham Azis/Net

Komisaris Jenderal Polisi Idham Azis sangat layak menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian yang ditunjuk Presiden Jokowi memimpin Kementerian Dalam Negeri.

Demikian dikatakan Pengamat Politik, Hukum dan Keamanan Rr. Dewinta Pringgodani melalui keterangan tertulisnya, Rabu malam (23/10).

Komjem Idham sangat layak dan memenuhi syarat, gantikan Jenderal Tito,” kata Dewinta.

Menurut Dewinta, langkah Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dalam memberikan pertimbangan kepada Presiden Jokowi soal calon Kapolri sudah sesuai dengan UU No 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Dewinta mengungkapkan, Kompolnas merekomendasikan ataupun menjaring calon Kapolri mengacu kepada Pasal 11 ayat (6).

"Syaratnya adalah perwira tinggi (Pati) Polri yang masih aktif dengan memperhatikan jenjang kepangkatan dan karier,” ujar Dewinta.

Dewinta menyebutkan, berdasarkan penjelasan Pasal 11 ayat (6) yang dimaksud dengan jenjang kepangkatan” ialah prinsip senioritas dalam arti penyandang pangkat tertinggi di bawah Kapolri yang dapat dicalonkan sebagai Kapolri.

"Tidak ada itu aturan 2 tahun, 3 tahun, 4 tahun dan sebagainya. Undang-undangnya saja bunyinya tidak menyebut tahun,” tegas Dewinta.

Sebelumnya, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, Surat Presiden (Surpres) dan surat rekomendasi Kompolnas cacat adminitrasi lantaran masa dinas calon Kapolri itu minimal 2 tahun, sementara Idham Aziz masa dinasnya hanya tersisa satu tahun lebih.

Neta mendesak Komisi III DPR segera menolak Idham Azis sebagai Kapolri dan mengembalikan Surpres tersebut kepada Jokowi. Komisi III harus meminta Jokowi menyerahkan nama calon Kapolri sesuai ketentuan yang berlaku.

Jika tidak, pencalonan Kapolri kali ini akan menjadi preseden buruk,” pungkasnya.

Menanggapi hal ini, Dewinta tak sependapat dengan Neta.

Tak ada aturan yang dimaksud Neta itu. Saya kira Pak Idham Azis sangat layak jadi Kapolri. Penunjukan Kapolri itu hak prerogatif Presiden. Neta harus paham itu,” tutup Dewinta.[dod]

Komentar Pembaca