Inovasi Nadiem Makarim Diharapkan Diterapkan di Kemendikbud

Nasional  KAMIS, 24 OKTOBER 2019 , 08:44:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Inovasi Nadiem Makarim Diharapkan Diterapkan di Kemendikbud

Bayu Endro Winarko dan Frans Meroga Panggabean/Ist

Kesuksesan Nadiem Makarim melahirkan decacorn sekelas Go-Jek di era disrupsi yang dibesutnya delapan tahun belakangan ini diharapkan bisa diterapkan di bidang pendidikan dan kebudayaan.

Dengan ditunjuknya Nadiem menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Kabinet Indonesia Maju, diharapkan bisa menutup celah masih tertinggalnya metode pendidikan di Indonesia. Tantangan mewujudkan Pendidikan 4.0, adalah target pekerjaan yang harus diselesaikan Nadiem dalam era kedua pemerintahan Jokowi - Ma’ruf.

Demikian yang disampaikan oleh Pakar Marketing Digital, Bayu Endro Winarko, MBA.

"Digital tidak sekedar teknologi seperti AI, Big Data, IoT, atau Digital Voice, tapi menyangkut habit atau budaya. Pesatnya teknologi apabila tidak diarahkan dan digunakan dengan tepat, akan menjadi sia-sia," kata Bayu yang juga Ketua Bidang Kajian Kebijakan Publik Generasi Optimis (GO) Indonesia, Kamis (24/10).

Penggabungan teknologi dalam metode proses belajar mengajar yang akan mendorong budaya generasi muda dalam belajar adalah terobosan bagi Indonesia yang saat ini berada di puncak bonus demografi.

Selanjutnya habit dan habitat itu diyakini akan tercipta dalam bidang pendidikan yang akan menyokong keberhasilan proses belajar dan mengajar.

"Yang terbayang dalam benak saya pertama, misalnya ada satu icloud yang bisa dimanfaatkan dalam kolaborasi bersama sehingga tercipta standarisasi dalam pembelajaran," ujar Bayu.

"Jadi zonasi yang menuai pro dan kontra selama ini teratasi karena adanya standarisasi dalam content, delivery, dan measurement system," sambungnya.

Bayu melanjutkan bahwa pendidikan vokasi di bidang digital sejak dini akan mencetak generasi muda Indonesia yang siap dan terampil dalam teknologi digital dan pastinya mendorong kemajuan berbagai industri.

Di sisi lain Pakar Ekonomi Kerakyatan, Frans Meroga Panggabean, MBA juga mengatakan, bahwa inilah momentum kebangkitan ekonomi digital Indonesia dalam masa revolusi industri 4.0.

Dengan ketersediaan infrastruktur jaringan internet cepat, maka dapat diprediksi minat generasi muda untuk menekuni bisnis digital pasti akan melonjak tajam.

"Tantangan prospek ekonomi digital di Asia Tenggara hingga 2025 yang diyakini mampu menembus angka $ 150 Miliar hanya dapat dihadapi membudayakan penguasaan digital sejak dini," ujar Frans Meroga, yang juga Wakil Ketua Umum Generasi Optimis (GO) Indonesia.[dod]

Komentar Pembaca