Betonisasi Jalan TPST Bantar Gebang Disorot

Hukum  SELASA, 29 OKTOBER 2019 , 14:10:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Betonisasi Jalan TPST Bantar Gebang Disorot

TPST Bantar Gebang/Net

Pekerjaan pemeliharaan jalan operasional TPST Bantar Gebang, diduga merugikan negara sekitar Rp 3 miliar. Pemicunya, rekanan yang ditunjuk oleh Badan Pelayanan Pengadaan Barang Jasa (BPPBJ) DKI Jakarta, bukan rekanan yang mengajukan penawaran terendah. Sesuai daftar harga yang diajukan pada e-Katalog Lokal.

Perusahaan yang melaksanakan pekerjaan tersebut PT NSJ, dengan harga Rp 2.270.000/ M3. Padahal terdapat sembilan perusahaan dengan harga yang lebih menguntungkan negara, diantaranya PT RJB dengan penawaran Rp 1.921.199/ M3.

Sesuai Rencana Umum Pengadaan (RUP), jalan yang akan dibeton memiliki volume 22.021 M2 dengan biaya Rp 17.134.329.447.

Kami menemukan adanya indikasi konspirasi yang sistematis antara penyedia, kuasa pengguna anggaran dan BPPBJ pada pekerjaan betonisasi di lingkungan TPST Bantar Gebang untuk memenangkan perusahaan tertentu,” kata Direktur Eksekutif Indonesian Corruption Observer (InaCO) Order Gultom di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (29/10).

Indikasi tersebut, menurut Order Gultom, adalah dimenangkannya PT. NSJ sebagai pelaksana pekerjaan. Padahal perusahaan itu bukanlah penyedia e-Katalog yang memiliki produk atau sebagai produsen maupun principal pembuatan beton FS 45 (3 hari). Hanya perusahaan kontruksi biasa yang meminta dukungan dari produsen atau principal.

"Kami telah melakukan investigasi di lapangan, pekerjaan di TPST Bantar Gebang, tidak memakai lantai kerja, melainkan langsung memasang coran beton setinggi 25 Cm. Kami menduga hal itu dilakukan untuk menghemat biaya dan waktu pelaksanaan dapat dipercepat," ujar Order.

Kepala TPST Bantar Gebang Asep Kuswanto ketika dikonfirmasi wartawan beberapa waktu lalu mengklaim pihaknya telah melakukan verifikasi pemenang lelang sesuai aturan. Menurutnya, pihaknya tidak ada mengarahkan pemenang lelang kepada PT NSJ.[dod]

Komentar Pembaca