Ada Dugaan Korupsi Betonisasi, Jaksa Agung Diminta Bubarkan TP4D

Hukum  KAMIS, 31 OKTOBER 2019 , 15:58:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ada Dugaan Korupsi Betonisasi, Jaksa Agung Diminta Bubarkan TP4D

ST Burhanuddin/Net

Jaksa Agung, ST Burhanuddin didesak membubarkan Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah(TP4D). Pasalnya kinerja TP4D dalam mencegah potensi kerugian negara dinilai gagal.

Hal itu tampak dalam pekerjaan betonisasi Jalan TPST Bantar Gebang yang diduga merugikan keuangan negara sekitar Rp 3 miliar.

"Sejatinya kehadiran TP4D sebagai pengawal mampu mencegah potensi korupsi lebih awal. Namun harapan tersebut tak menjadi kenyataan. Makanya Jaksa Agung harus menurunkan tim khusus untuk mengusut dugaan kerugian negara di TPST Bantar Gebang," kata Direktur Eksekutif Indonesian Corruption Observer (InaCO) Order Gultom di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (29/10).

Diketahui, perusahaan yang melaksanakan pekerjaan tersebut PT NSJ, dengan harga Rp 2.270.000/ M3. Padahal terdapat sembilan perusahaan dengan harga yang lebih menguntungkan negara, diantaranya PT RJB dengan penawaran Rp 1.921.199/ M3.

Sesuai Rencana Umum Pengadaan (RUP), jalan yang akan dibeton memiliki volume 22.021 M2 dengan biaya Rp 17.134.329.447.

Kami menemukan adanya indikasi konspirasi yang sistematis antara penyedia, kuasa pengguna anggaran dan BPPBJ pada pekerjaan betonisasi di lingkungan TPST Bantar Gebang untuk memenangkan perusahaan tertentu,” ujar Order.

Indikasi tersebut, menurut Order Gultom, adalah dimenangkannya PT. NSJ sebagai pelaksana pekerjaan. Padahal perusahaan itu bukanlah penyedia e-Katalog yang memiliki produk atau sebagai produsen maupun principal pembuatan beton FS 45 (3 hari). Hanya perusahaan kontruksi biasa yang meminta dukungan dari produsen atau principal.

Kepala TPST Bantar Gebang Asep Kuswanto ketika dikonfirmasi wartawan beberapa waktu lalu mengklaim pihaknya telah melakukan verifikasi pemenang lelang sesuai aturan. Menurutnya, pihaknya tidak ada mengarahkan pemenang lelang kepada PT NSJ.[dod]

Komentar Pembaca