Tom Pasaribu: Gubernur Anies Salah Pilih Team Work

Jakarta  SENIN, 04 NOVEMBER 2019 , 19:28:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Tom Pasaribu: Gubernur Anies Salah Pilih Team Work

Anies Baswedan/Net

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai salah memilih team work yang mumpuni, sehingga gagasan briliannya untuk cepat mewujudkan tagline Maju Kotanya, Bahagia Warganya menjadi tak maksimal. Langkah terdekat yang harus dilakukan Anies adalah merombak Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I) Tom Pasaribu di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur, Senin (4/11).

"Ironisnya TGUPP yang merupakan ring 1 Gubernur DKI justru kerap lebih "berkuasa" ketimbang Gubernur DKI sendiri," kata Tom.

Kata Tom, kondisi seperti ini tentunya tidak sehat bagi internal Pemprov DKI. Padahal secara pribadi Anies memiliki jiwa kepemimpinan yang bagus.

"Leadership Anies menjadi percuma karena team work-nya memble. Makanya perombakan TGUPP sangat mendesak," ujar Tom.

Tom melanjutkan, TGUPP juga diduga ikut merecoki penyusunan anggaran janggal serta melindungi pimpinan SKPD yang bermasalah.

"Karena memperoleh perlindungan, makanya pejabat itu aman-aman saja," tutup Tom.

Kinerja TGUPP Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memang sedang disorot publik setelah muncul sejumlah anggaran ganjil dalam Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD DKI 2020.

Mengutip Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 16 Tahun 2019 tentang TGUPP, TGUPP memiliki tugas membantu Gubernur DKI melaksanakan pemantauan proses perencanaan dan penganggaran oleh perangkat daerah. Tugas itu membuat TGUPP mempunyai otoritas meminta data dan informasi dari perangkat daerah.

Dalam berkinerja, TGUPP mendapatkan gaji dari APBD DKI. Nilainya terbilang fantastis. Pada 2017, TGUPP dapat gelontoran gaji dari APBD DKI sebesar Rp 890 juta.

Setahun kemudian, pada 2018, angka itu naik menjadi Rp 16,2 miliar. Anggaran TGUPP kembali melonjak menjadi Rp 18,9 miliar pada 2019. Di tahun 2019, anggaran untuk TGUPP Anies direncanakan membengkak menjadi Rp 21 miliar, naik sekitar Rp 2 miliar.

Dalam perjalanannya, tugas TGUPP Anies diubah dari lima bidang kini menjadi empat bidang pada 2019. Hal itu juga tertuang dalam Pergub DKI Jakarta No 16 Tahun 2019 tentang TGUPP.

Adapun empat bidang tersebut adalah respons strategis, bidang hukum dan pencegahan strategis, bidang pengelolaan pesisir, bidang ekonomi dan percepatan pembangunan.

Keanggotaan TGUPP paling banyak tujuh puluh tiga orang yang terdiri dari:

Tujuh orang anggota bidang pengelolaan pesisir; tujuh orang anggota bidang ekonomi dan lapangan kerja; tujuh orang anggota bidang harmonisasi regulasi; tujuh orang anggota bidang pencegahan korupsi; dan 45 orang anggota bidang percepatan pembangunan.

Kemudian dalam Pergub 16 Tahun 2019 jumlah anggota TGUPP kini tidak lagi dibatasi namun disesuaikan dengan kebutuhan. Jumlahnya bisa kurang dan bisa lebih dari 73 orang.

"Jumlah keanggotaan TGUPP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sesuai dengan kebutuhan berdasarkan beban kerja dan kemampuan keuangan daerah," begitu bunyi dalam salah satu pasal 17 ayat 2.[dod]

Komentar Pembaca
Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 17:21:00

Pemprov DKI Gelar Pameran Foto Ruang Ketiga Di Balai Kota
Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 , 15:55:00