Tangkal Anggaran Ganjil, Tahun Depan Anies Tak Boleh Lagi Pakai e-Budgeting Warisan Ahok

Ekonomi  SENIN, 04 NOVEMBER 2019 , 21:20:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Tangkal Anggaran Ganjil, Tahun Depan Anies Tak Boleh Lagi Pakai e-Budgeting Warisan Ahok

Syarif/Net

Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta Syarif meminta sistem penganggaran elektronik atau upgrading e-Budgeting oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, diterapkan tahun 2020.

Sistem e-Bugeting merupakan warisan mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang mulai diterapkan pada 2015.

Syarif mengatakan upgrading e-Budgeting sangat dibutuhkan mengingat anggaran yang tidak wajar kerap kali muncul dalam pembahasan APBD dengan DPRD DKI.

Apalagi, rencana upgrading e-Budgeting baru muncul setelah dua tahun kepemimpinan Anies Baswedan.

Selain itu, Anies mengatakan, selalu melakukan penyisiran anggaran, tetapi anggaran tak wajar muncul lagi di tahun ini.

Ya bagus dong Pak Anies. Bagus karena sudah dua tahun ini. Pak Anies juga mengatakan tahun lalu dilakukan penyisiran, tahun ini muncul lagi. Ya itu bagus. Saya sih mungkin minta dipercepat. Sebelum penganggaran 2021. Kan untuk 2021 dimulai (penyusunan anggaran) pada April 2020. Akhir tahun lalu harus diperbaiki,” kata Syarif di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (4/11).

Menurut Syarif, alasan Anies melakukan upgrading e-Budgeting lebih pada pengawasan penyusunan dan input anggaran tidak bisa diawasi manual. Apalagi, penyisiran anggaran manual membutuhkan waktu lama.

"Saya melihatnya, tahun lalu mungkin masih bisa secara manual. Ternyata enggak bisa. Kemarin ternyata bisa secara manual, cuma butuh waktu lama. Kemarin itu, kayak kolam ikan, pengharum ruangan, itu bisa di-drop. Tetapi sekarang engga bisa. Ini saat yang tepat,” ujar Syarif.

Karena itulah, politisi Partai Gerindra ini menginginkan upgrading e-Budgeting yang akan dilakukan Anies dapat diterapkan untuk menyusun anggaran 2021. Artinya, dapat diterapkan tahun 2020, karena penyusunan anggaran 2021 sudah mulai dilakukan sejak Januari 2020.

Kita ingin tahun 2020 sudah bisa pakai sistem (e-budgeting) yang baru. Sistem yang sudah di upgrade,” tutup Syarif.[dod]

Komentar Pembaca