Sindir Ade Armando, Anies: Dengki Nggak Ada Obatnya

Politik  SELASA, 05 NOVEMBER 2019 , 11:42:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Sindir Ade Armando, Anies: Dengki Nggak Ada Obatnya

Anies Baswedan/Ist

Menyusul geger meme berwajah Joker, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, akhirnya buka suara.

Usai heboh soal lem aibon dan bolpoin di anggaran DKI Jakarta, Anies Baswedan kembali menjadi sorotan karena wajahnya dijadikan meme berwajah Joker.

Meme foto Anies menjadi Joker tersebut disertai dengan narasi "Gubernur Jahat Berawal dari Menteri yang Dipecat".

Sosok Ade Armando adalah orang yang membagikan foto meme wajah Anies menjadi figur Joker tersebut.

Senator DKI Jakarta, Fahira Adris, pun sontak melaporkan sang dosen itu ke polisi.

Melihat kisruh soal editan wajahnya menjadi Joker, Anies akhirnya buka suara. Alih-alih gusar, Gubernur DKI Jakarta itu justru memberikan jawaban telak terkait editan fotonya menjadi sosok Joker.

Diwartakan sebelumnya, dosen Universitas Indonesia (UI), Ade Armando, dilaporkan oleh anggota DPD RI, Fahira Idris, karena mengunggah foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang sudah dimodifikasi menjadi mirip Joker.

Ade Armando dilaporkan atas dugaan perubahan terhadap bentuk dokumen dan atau informasi elektronik atas foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Laporan tersebut terdaftar dalam nomor laporan LP/7057/XI/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus, tanggal 1 November 2019.

"Foto (yang diunggah) di facebooknya Ade Armando adalah foto Gubernur Anies Baswedan yang merupakan dokumen milik Pemprov DKI atau milik publik yang diduga diubah menjadi foto seperti (tokoh) Joker,” ujar Fahira di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (1/11).

Selain diubah menjadi mirip Joker, foto Anies Baswedan yang diunggah Ade Armando juga berisi sebuah tulisan yang diduga bisa mencemarkan nama baik sang Gubernur.

Kini, usai beberapa waktu meme fotonya menjadi Joker itu ramai diperbincangkan, Anies akhirnya mau memberikan tanggapan.

Melalui channel Youtube realita TV berjudul AKHIRNYA!! ANIES BASWEDAN JAWAB ADE ARMANDO!! (Soal meme wajah Joker), Anies dengan tenang menanggapi editan fotonya menjadi Joker tersebut.

Sebelumnya, sang pembawa acara, Rahma Sarita, bertanya kepada Anies soal anggapan Gubernur Jahat dari publik.

Mendengar ungkapan tersebut, Anies pun mengaku tahu adanya anggapan Gubernur Jahat.

"Dulu dibilang Gubernur Indonesia, sekarang dibilang Gubernur Jahat. Sudah tahu, kan?" tanya Rahma Sarita.

"Oh iya, iya," sahut Anies seraya mengangguk.

Melanjutkan pertanyaannya, Rahma Sarita pun bertanya, bagaimana tanggapan Anies soal pelaporan Fahira atas editan foto Joker tersebut.

Dengan suara tenang, Anies pun memaparkan bahwa semua orang berhak mengungkap pendapatnya.

Mengenai adanya komentar miring tentangnya, Anies merasa itu bukan urusannya. Sebab, Ia hanya akan fokus pada pekerjaannya.

"Sudah ada yang melaporkan, yang digambarkan seperti Joker, Pak Anies. Fahira melaporkan ke pihak kepolisian. Kalau Pak Anies sendiri gimana?" tanya Rahma Sarita.

"Setiap orang itu bisa saja mengungkapkan pandangannya, pikirannya, perasaannya. Dan buat saya, saya ini fokusnya ke pekerjaan. Orang berkata apa tentang saya, itu urusan dia. Bukan urusan saya," ungkap Anies.

Mengenai adanya anggapan yang menyebut dia Gubernur Jahat, Anies pun menjawabnya dengan santai.

Jawaban itu seolah ingin ia lontarkan kepada Ade Armando yang membagikan editan foto Joker Anies.

"Tidak tersinggung dibilang Gubernur Jahat?" tanya Rahma Sarita lagi.

"Enggak. Kalau, apalagi kalau itu ungkapan pribadi. Hina menghina itu kalau kita enggak merasa terhormat," jawab Anies.

Ya, alih-alih meradang, Anies justru dengan santai menjawab tudingan soal Gubernur Jahat tersebut.

Anies lantas berujar bahwa seseorang yang menghormati diri sendiri pasti tidak akan merendahkan orang lain.

Jawaban telak Anies itu seolah jadi sindiran tersendiri untuk sosok Ade Armando.

"Kalau kita hormat pada diri sendiri, pasti kita tidak akan mengungkapkan ungkapan yang merendahkan orang lain. Karena kalau merendahkan orang lain itu sesungguhnya ya kita tidak menghargai diri sendiri. Kalau kita menghargai diri kita sendiri pasti akan menghargai orang lain. Perhatikan saja," ungkap Anies.

Mengenai alasan menjadikan foto Joker Anies sebagai bentuk protes, sang Gubernur DKI pun kembali mengurai tanggapannya.

Kembali melancarkan sindiran, Anies menyebut bahwa kekesalan memang sering terjadi jika tidak ada hal yang bisa diprotes.

"Seringkali ketika tidak ada yang bisa diprotes, yang diungkapkan adalah kekesalan, karena enggak bisa diprotes. Loh kalau bisa diprotes tinggal ditunjukkan. Ini yang seharusnya, ini kenyataannya," kata Anies.

Lebih lanjut, Anies pun menyinggung soal kedengkian yang menjadi dasar editan foto Joker dirinya.

Anies pun memaparkan bahwa sejak zaman Nabi, kedengkian memang sukar dibasmi.

"Kedengkian itu enggak ada obatnya, dengki itu enggak ada obatnya, dari zaman Rasulullah enggak ada obatnya," imbuh Anies.

Mengenai adanya kehebohan akibat editan foto Joker tersebut, Anies mengaku tidak akan mengurusinya.

"Saya sih enggak akan ngurusin itu, enggak penting, enggak penting. Enggak usah diurusin. Dan sebetulnya sayang waktu kita ngobrolin urusan yang enggak penting itu," ujar Anies.

Namun, jika ada warga Jakarta yang tersinggung dengan adanya editan foto Joker berisikan wajah sang Gubernur, Anies kembali memberikan pesan menohok.

Menurutnya, seseorang yang beradab pasti akan menghargai orang lain.

"Itu tuh sebenarnya, kalau kita menghargai diri sendiri pasti menghargai orang lain. Kalau kita mengerti adab, tata krama untuk diri sendiri pasti menerapkan juga pada orang lain," kata Anies, menutup bahasannya soal editan foto Joker.

Sementara itu, dosen UI, Ade Armando, mengaku heran dengan perilaku anggota DPD RI, Fahira Idris, yang melaporkan dirinya ke Polda Metro Jaya terkait meme wajah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang diubah menjadi mirip Joker.

Menurut dia, orang yang seharusnya keberatan atas meme itu adalah Anies.

"Saya heran, apa urusan Fahira Idris menggugat saya. Memang dia apanya Anies? Kalaulah ada yang mau menggugat saya, orang itu seharusnya Anies," ujar dia ketika dikonfirmasi wartawan, Sabtu (2/11).

Dia bahkan terkesan cuek dituduh membuat dan menyebarkan meme tersebut ke publik. Padahal, Ade Armando sendiri mengaku tidak pernah merasa membuat meme tersebut.

Dia hanya mendapatkan meme tersebut dan mengunggahnya di laman Facebook pribadinya.

Dia mem-posting meme tersebut karena kecewa melihat kinerja Anies Baswedan dalam mengelola pemerintahan. Ini merupakan bagian dari kekecewaanya karena pembengkakan anggaran di Jakarta.

"Itu merupakan penghamburan uang rakyat yang luar biasa. Menurut saya, apa yang dilakukannya jahat," ucap dia.

Dia mengaku akan mengikuti proses hukum di Polda Metro Jaya dan siap dipanggil polisi untuk dimintai keterangan.

"Saya siap diperiksa. Saya merasa sama sekali tidak bersalah. Apalagi kalau tuduhannya saya mengubah gambar Anies," kata dia.[dod]

Komentar Pembaca
Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 17:21:00

Pemprov DKI Gelar Pameran Foto Ruang Ketiga Di Balai Kota
Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 , 15:55:00