KAHMI Jaya: Ade Armando Keterlaluan!

Hukum  SELASA, 05 NOVEMBER 2019 , 12:55:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

KAHMI Jaya: Ade Armando Keterlaluan!

Ade Armando/Ist

Polda Metro Jaya harus memproses laporan Anggota DPD RI Fahira Idris terhadap Ade Armando yang memposting foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berwajah Joker.

Demikian disampaikan Sekretaris Umum (Sekum) KAHMI Jaya Muhamad Amin melalui keterangan tertulisnya, Selasa (5/11).

Amin menilai, apa yang dilakukan dosen Universitas Indonesia Ade Armando sudah melampaui batas.

Menurut Amin, Ade Armando ini cukup sakti karena beberapa kasus hukum yang menjeratnya selalu mentah di tangan aparat penegak hukum.

Ade Armando diketahui pernah dipolisikan dalam kasus meme Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengenakan atribut Natal. Kedua, meme Gubernur DKI Anies Baswedan dikaitkan karakter Joker.

"Ini sudah keterlaluan. KAHMI Jaya mendukung Fahira Idris melaporkan Ade Armando. Jangan, ada orang kebal hukum di republik ini, aparat penegak hukum harus memproses Ade Armando,’’ kata Amin.

Kata Amin, LBH KAHMI Jaya siap memback up Fahira Idris mengawal kasus meme Joker ini. Polda Matro Jaya juga tidak ada alasan tidak memproses laporan Fahira Idris tersebut.

Amin menjelaskan, Ade Armando bisa dijerat Pasal 32 ayat 1 Junto pasal Pasal 48 ayat (1) Undang-Undang (UU) ITE.

Hal ini sangat jelas bunyi Pasal 32 ayat 1, "Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik orang lain atau milik publik".

Kemudian, Pasal 48 ayat 1 berbunyi: Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

"’Pandangan KAHMI Jaya, jika tak diproses secara hukum, maka akan banyak muncul Ade Armando lainnya. Hukuman ini untuk efek jera,” tutup Amin.[dod]

Komentar Pembaca