Rekening Masih Diblokir KPK, Istri Mantan Kalapas Sukamiskin Kerja Serabutan Hidupi Keluarga

Hukum  SELASA, 05 NOVEMBER 2019 , 22:38:00 WIB | LAPORAN: ARI RAHMAN

Rekening Masih Diblokir KPK, Istri Mantan Kalapas Sukamiskin Kerja Serabutan Hidupi Keluarga

Keluarganya memeluk Wahid Husen usai di vonis hakim 8 tahun penjara pada 8 April 2019/net

Kenyataan pahit kini harus dirasakan oleh anak dan istri keluarga mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Suka Miskin,  Wahid Husen yang menjadi terpidana kasus gratifikasi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasca suami divoniis majelis hakim dengan 8 tahun penjara, Dian A, Istri dari Wahid terpaksa banting tulang demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
 
Dian harus kerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Setiap hari, ibu dari tiga anak ini memulai kegiatannya d itengah orang-orang masih tertidur lelap. Anaknya yang masih duduk di bangku SMA juga harus menanggung beban dengan ikut menjajakan kopi.
 
"Sekarang saya kegiatan jualan nasi uduk setiap pagi, kadang jual yoghurt, mengerjakan orderan menjahit," kata Dian dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (5/11).

Tak banyak yang disiapkan wanita ini, karena dalam satu hari ia hanya menyajikan 50 bungkus nasi uduk. Semua itu dijualnya ke kerabat-kerabat, saudara di kantor-kantor teman, dengan dijual seharga Rp20 ribu.
 
"Yang penting bisa untuk melanjutkan hidup, karena tulang punggung yang dirumah kan sudah nggak ada lagi," ungkap dia.

Semua yang dilakukan itu, kata Dian, karena hingga kini ATM milik sang suami yang berisi uang untuk kehidupan keluarga masih diblokir. Padahal dalam putusan, hakim memerintahkan KPK untuk mengembalikan semua bukti Wahid Husen.
 
"Untuk bukti-bukti memang sudah dikembalikan lagi. Yang disita itu kan ada dua kartu ATM dan asuransi," terangnya.
 
Yang cukup mengkhawatirkan, sambung Dian, adalah ia tidak bisa mencairkan asuransi milik sang anak sejak 2014 lalu. Pasalnya, asuransi senilai Rp400 juta, juga masuk dalam rekening yang hingga kini masih diblokir.

"Uangnya ditransfer ke rekening yang disita, saat saya cek ke ATM, enggak bisa diambil karena masih diblokir," tambahnya.
Agar kebutuhan hidup terus terisi, bukan hanya Dian yang mencari nafkah. Sang anak yang duduk di bangku SMA bahkan sampai rela berjualan kopi.
 
"Ya kalau nggak begini nggak bisa dapat uang agar bisa melanjutkan hidup. Makanya semua dilakukan," tuturnya. [rah]
 

Komentar Pembaca