Zaman Ahok Temukan Anggaran Ganjil Rp 1,2 Triliun, Taufik Ogah Umbar Ke Medsos

Politik  RABU, 06 NOVEMBER 2019 , 17:19:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Zaman Ahok Temukan Anggaran Ganjil Rp 1,2 Triliun, Taufik Ogah Umbar Ke Medsos

Jumpa pers DPD Partai Gerindra DKI Jakarta/RMOL

Munculnya anggaran ganjil dalam rancangan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) ternyata kerap terjadi setiap tahunnya.

Malahan pada zaman Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, ditemukan anggaran ganjil yang nilainya fantastis mencapai Rp 1,2 triliun.

Demikian disampaikan Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik dalam konfrensi pers di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (6/11).

Saat itu Taufik mengaku tidak mau berkoar-koar melalui media sosial atau menyampaikannya lewat media. Ia memilih jalur resmi dengan melaporkannya kepada pimpinan DPRD.

"Dulu temuan ini juga ada. Dulu saya temukan selisih Rp 1,2 triliun, tapi saya nggak buka ke publik," kata Taufik.

Selain itu, Taufik juga memanggil dua pejabat Pemprov DKI yang bertanggung jawab, yakni Heru Budi Hartono dan Michael Rolandi.

Bagi Taufik, membuka masalah rencana anggaran ke publik bukan sesuatu yang istimewa. Memang hal itu boleh dilakukan, namun tidak perlu berlebihan.

"Sebenarnya nggak ada yang istimewa, cuma genitnya saja yang buat saya harus dikurangi dikit. Nggak apa genit, boleh, nggak ada masalah," tutup Taufik.

Sebelumnya, lewat akun Twitternya, Anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana mengungkapkan berbagai anggaran fantastis dalam rapat KUA-PPAS. Mereka menemukan anggaran Rp 82 miliar untuk pengadaan lem aibon dan pengadaan ballpoint sebesar Rp 124 miliar di Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur.

Tak hanya itu, PSI juga menemukan anggaran untuk beberapa unit server dan storage seniali Rp 66 miliar oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik.[dod]

Komentar Pembaca