Soal Wagub, Gerindra Jangan Ingkar Janji

Politik  JUM'AT, 08 NOVEMBER 2019 , 11:11:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Soal Wagub, Gerindra Jangan Ingkar Janji

Muhammad Arifin/Ist

Nyaris 15 bulan kursi Wagub DKI Jakarta berdebu sejak ditinggalkan Sandiaga Uno karena mengundurkan diri untuk mengikuti perhelatan Pilpres 2019, kembali menyedot perhatian.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta, Muhammad Arifin mengingatkan Partai Gerindra asuhan Prabowo Subianto ini jangan sampai menciderai kesepakatan awal terkait penetapan calon wakil gubernur.

PKS dan Gerindra selaku partai pengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam Pilkada DKI 2017 lalu telah menyepakati jatah kursi orang nomor dua DKI itu milik partai PKS.

Namun belakangan secara mendadak Partai Gerindra melalui Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik mengajukan empat nama Cawagub kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS.

Masing-masing adalah Dewan Penasihat DPP Gerindra Arnes Lukman, Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry J Juliantoro, Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria, dan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah.

"Kita ingin Gerindra menyepakati yang telah dibuat sama PKS. Agar itu dihormati dan tidak diciderai," kata Arifin dalam keterangannya, Jumat (8/11).

Arifin menyebut Gerindra tidak pernah melakukan komunikasi dengan PKS, baik di jajaran DPD maupun DPP, terkait pengajuan empat nama cawagub DKI Jakarta tersebut.

"Kita belum dapat informasi. Biasanya kalau ada, langsung disampaikan ke saya sebagai ketua fraksi. Itu tidak ada penyampaian. Makanya kita tetap mengawal apa yang telah disepakati," ujar Arifin.

Sampai hari ini, Arifin meyakini kalau Gerindra tidak akan mengingkari janjinya meski keadaannya koalisi di tataran pusat telah pecah.

Dua nama yang telah diusulkan PKS yaitu Sekretaris DPW PKS DKI Agung Yulianto dan mantan Wakil Wali Kota Bekasi yang telah terpilih menjadi anggota DPR RI, Ahmad Syaikhu.[dod]

Komentar Pembaca