Peran Pemuda Dan Persaingan Indonesia Di Kancah Internasional

Nasional  SABTU, 09 NOVEMBER 2019 , 21:18:00 WIB | LAPORAN: ARI RAHMAN

Peran Pemuda Dan Persaingan Indonesia Di Kancah Internasional

Foto/Ist

Silaturahmi Kebangsaan dengan tema Sumpah Pemuda Bagi Bangsa dan Negara digelar Komunitas Aku Cinta Indonesia di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Sabtu (9/11).

Politisi Golkar, Aziz Samsudin yang didaulat menjadi narasumber dalam acara tersebut mengungkapkan pentingnya peran pemuda Indonesia di kancah internasional di era globalisasi saat ini.

Azis menyebut, peran tersebu harus disertai dengan tiga hal. Pertama, penguasaan teknologi.

Saat ini, dunia telah memasuki era industri 5.0. Bahkan tidak lama lagi, China sudah memulai Industri 6.0. Artinya, kata Aziz, teknologi menjadi keharusan bagi siapapun yang hendak berpartisipasi di dunia global.

Kedua, bahasa. Menurutnya, teknologi dan bahasa saling terkait. Jika menguasai teknologi namun gagap di dalam bahasa bisa menghambat persaingan. Ketiga, jaringan. Dengan jaringan yang kuat, pemuda Indonesia bisa bersaing dalam hal perdaganan, pendidikan maupun lainnya.

"Dalam kesempatan ini saya tekankan akan pentingnya tiga hal tersebut," ujar Aziz.

Narasumber lainnya, Ichsanuddin Noorsy menilai bea masuk barang impor yang dibebaskan pemerintah saat ini kurang tepat. Padahal, negara lain sedang melakukan penguatan ekonomi dalam negeri baru bertarung di kancah internasional.

"Saya tidak mengerti dengan kebijakan yang dibuat pemerintah saat ini, namun yang pasti ada yang salah," ujarnya.

Tokoh Nasional Rizal Ramli mengatakan, pemerintah saat ini sibuk dengan radikalisme radikulisme dan radikolisme (3R). Ini mungkin mengalihkan perhatian dari isu lain.

"Isu 3R itu buat becandain pemerintah. Kita harus tegaskan bahwa umat Islam nggak radikal," ujarnya.

Walaupun Presiden Jokowi kemudian tidak menyebut radikalisme melainkan manipulator agama, kata Rizal, seharusnya dilengkapi dengan manipulator pancasila. Intinya, menurutnya, jangan memojokkan agama.

Sementara itu Rektor UMJ, Saiful Bahri mengatakan kegiatan ini merupakan upaya berbagi pengalaman dari para praktisi untuk diserap pemuda, dalam hal ini mahasiswa yang ke depannya akan menjalankan negeri ini.

Saiful mengatakan, kegiatan silaturahmi kebangsaan di UMJ merupakan kegiatan perdana, dan akan ada silaturahmi kebangsaan berikutnya di kampus yang lain.

"Kita membuat ini agar wawasan para peserta bisa lebih kaya pengalaman dari para pelaku sejarah bangsa ini," tuturnya. [rah]

Komentar Pembaca
Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 17:21:00

Pemprov DKI Gelar Pameran Foto Ruang Ketiga Di Balai Kota
Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 , 15:55:00