Bikin Polusi, Walikota Jakbar Setuju RPH Babi Ditutup

Jakarta  SELASA, 12 NOVEMBER 2019 , 11:02:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Bikin Polusi, Walikota Jakbar Setuju RPH Babi Ditutup

Rustam Effendi/Net

Walikota Jakarta Barat Rustam Effendi setuju dengan wacana penutupan RPH Babi yang berlokasi di Kelurahan Kapuk, Cengkareng.

"Saya setuju dengan usulan penutupan RPH Babi di Kapuk. RPH itu bikin polusi," kata Rustam di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (11/11).

Menurut Rustam, lahan RPH Babi bisa dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas umum guna mewujudkan tagline "Maju Kotanya, Bahagia Warganya".

"Usulan penutupan RPH akan kita matangkan," pungkas Rustam.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua mendoron Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membangun fasilitas sosial, seperti RSUD, sekolah atau rusunawa di atas lahan seluas 5 hektare di Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, yang kini digunakan sebagai RPH Babi.

"Keberadaan fasilitas umum seperti RSUD, sekolah atau rusunami lebih bermanfaat ketimbang RPH Babi," kata Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua, Senin (11/11).

Inggard menyarankan agar RPH Babi di Kapuk ditutup saja. Pasalnya, keberadaan rumah potong hewan tersebut menimbulkan polusi bau ke pemukiman penduduk.

"Faktanya memang polusi yang ditimbulkan dari adanya RPH Babi sangat menggangu masyarakat sekitar. Selain bau, limbah dari kotoran ini ternyata dibuang ke aliran kali yang ada di sekitar pemukiman," ujar Inggard.

Tak hanya soal pulusi, Inggard pun menilai kalau lahan yang digunakan untuk RPH Babi tersebut terlalu luas kalau hanya untuk memotong babi sebanyak 200 ekor.

"Jadi lahan tepat potong babi ini luasnya mencapai 5 hektare. Sementara babi yang dipotong disini jumlahnya kurang lebih hanya sekitar 200 ekor saja," ucap Inggard.[dod]

Komentar Pembaca