Dikritik DPRD Salah Fokus Tangani Masalah Ibukota, Anies: Tak Semua Yang Dikerjakan Terberitakan

Jakarta  SELASA, 12 NOVEMBER 2019 , 11:18:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dikritik DPRD Salah Fokus Tangani Masalah Ibukota, Anies: Tak Semua Yang Dikerjakan Terberitakan

Anies Baswedan/RMOL

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang giat membangun dan memperlebar ruas trotoar di Ibukota.

Kebijakan yang digagas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini bertujuan mengembalikan budaya masyarakat Ibukota kembali ke fasilitas publik.

Namun langkah Anies ini dikritik oleh beberapa Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Mereka menilai Anies salah fokus mengurus masalah Jakarta.

Kata politisi Kebon Sirih, seharusnya Anies bisa lebih konsentrasi membenahi masalah Ibukota seperti banjir daripada memperlebar trotoar yang justru menambah kemacetan karena memakan lebar jalan.

Terkait kritikan tersebut, Anies yang ditemui awak media di Balai Kota DKI Jakarta angkat bicara.

"Ini soal pemberitaan saja. Kalau dikerjakan sih semuanya dikerjakan. Tidak semua yang kita kerjakan itu terberitakan, tapi kita siapkan semuanya," kata Anies, Senin (11/11).

"Bahkan secara khusus kita tunjukkan apa yang kita kerjakan di Waduk Pluit misalnya. Jadi pengerukan jalan terus di waduk-waduk kita dan sungai-sungai. Semuanya kita lakukan," sambungnya.

Menurut Anies, yang namanya banjir, pada akhirnya adalah soal curah hujan. Tetapi sebagai manusia usaha harus tetap dilakukan.

Soal trotoar yang katanya bikin jalanan macet pun Anies punya jawaban tersendiri. Katanya, yang bikin macet Ibukota itu adalah mobil dan motor bukan justru trotoar.

"Sesungguhnya panjang jalan di Jakarta tidak berubah. Panjang jalan di Jakarta itu segitu. Jumlah kendaraan bermotornya yang meningkat banyak. Dan itu yang harus ditangani dengan lebih banyak mau menggunakan kendaraan umum," jelas Anies.

Karena itu Anies mengajak masyarakat DKI bersyukur karena di Jakarta telah hadir modal transportasi kendaraan yang terintegrasi dengan JakLingko.

"Jumlah pengguna kendaraan umum di tahun 2017 itu sekitar 340-an ribu. Sekarang sudah meningkat di atas 700 ribu penumpang. Artinya lebih banyak warga yang menggunakan kendaraan umum. Itu yang bisa mengurangi kemacetan," tutur Anies.

"Dan dengan adanya trotoar juga, kita berharap warga bisa berjalan kaki lebih banyak. Kita berharap penggunaan sepeda juga lebih banyak," tandasnya.[dod]

Komentar Pembaca