PBNU Puji Respon Cepat Polri Usut Penistaan Nabi Muhammad Lewat Game Online

Hukum  SELASA, 12 NOVEMBER 2019 , 19:40:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

PBNU Puji Respon Cepat Polri Usut Penistaan Nabi Muhammad Lewat Game Online

Kantor PBNU/Net

Kasus penistaan terhadap Nabi Muhammad SAW kembali terjadi di Tanah Air.

Kali ini penistaan tersebut muncul dari sebuah game online Remi Indonesia.

Permainan yang diduga diproduksi oleh Developer ParagiSoft itu terdapat pilihan menu yang tidak pantas dengan menghina Islam dan Nabi Muhammad SAW.

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pun telah bertindak cepat menangkap seorang pria berinisial IG yang diduga membuat aplikasi game terkait Nabi Muhammad SAW.

Pria tersebut ditangkap pada Sabtu (9/11) lalu di Karangpawitan, Garut, Jawa Barat.

Menyikapi hal tersebut, Ketua PBNU Bidang Hukum dan Perundang-Undangan Robikin Emhas mengapresiasi tindakan cepat yang dilakukan Polri.

"Alhamdulillah polisi bergerak cepat. Kita apresiasi. Kita percayakan penanganannya kepada aparat kepolisian," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (12/11).

Untuk itu, Robikin mengimbau Masyarakat untuk tidak ada yang terpancing dan mempercayakan semuanya kepada pihak yang berwajib.

"Kita tunggu polisi mengungkap apa latar belakang, motif dan tujuan pembuatan game itu, termasuk kemungkinan adanya pihak tertentu dibalik layar. Jangan ada kegaduhan. Khawatir justru kegaduhan itu yang diharapkan," jelasnya.

Robikin menjelaskan bahwa para ulama telah mengambil ijma’ sukuti tentang larangan melukis nabi dan rasul. Hal itu dimaksudkan agar tidak terjadi penyalahgunaan agama untuk maksud dan tujuan yang bertentangan dengan tujuan agama itu sendiri.

"Juga agar kemurnian ajaran Islam, baik dari segi aqidah, syariat maupun akhlak terjaga dengan baik," tuturnya.

Dalam penjelasannya, Robikin menyatakan visualiasi dalam bentuk lukisan, patung, rekaan foto, animasi, karikatur atau media lain apa pun mengenai sosok nabi tidak akan sanggup memotret” sosok Nabi Muhammad SAW.

"Bahkan dengan teknologi terkini yang paling canggih sekali pun," tegasnya.

Untuk itu, NU mengajak masyarakat umum menghindari mempersepsi sosok Nabi Muhammad SAW dengan persepsi yang keliru. Antara lain dengan cara tidak memvisualisasi sosok Nabi Muhammad SAW dalam bentuk dan melalui media apa pun.

"Mari kita ekspresikan rasa cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW dengan melaksanakan seluruh ajaran-ajaran Islam dengan baik dan benar, baik dari aspek teologis, spiritual maupun humanistiknya, baik dari aspek aqidah, syariah maupun akhlak (tasawuf)," demikian Robikin.[dod]

Komentar Pembaca