Dishub Larang Otoped Listrik Beroperasi Di Trotoar, JPO dan CFD

Jakarta  RABU, 13 NOVEMBER 2019 , 11:44:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dishub Larang Otoped Listrik Beroperasi Di Trotoar, JPO dan CFD

Syafrin Liputo/RMOL

Di tengah hiruk pikuk dan kemacetan jalanan Ibukota, kehadiran otoped listrik dipandang sebagai sebuah solusi.

Dengan bobot yang ringan dan desain yang cukup elegan, otoped listrik telah merebut perhatian publik dan seketika menjadi primadona sebagai kendaraan alternatif.

Melihat hal tersebut, perusahaan digital berbasis aplikasi yaitu Grab Indonesia meluncurkan penyewaan otoped listrik yang diberi nama GrabWheels.

Dengan tarif penyewaan yang relatif murah yaitu Rp 5000/30 menit, otoped listrik bisa disewa untuk transportasi jarak dekat.

Belakangan ini muncul adanya pengguna skuter listrik yang memanfaatkan jembatan penyeberangan orang (JPO) sebagai tempat perlintasan, sehingga mengganggu akses para pejalan kaki.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo menegaskan, pengguna skuter listrik dilarang melintas di JPO dan trotoar.

"Untuk otoped (Grab Whells) sedang kita siapkan regulasinya. Kemarin siang kita sudah panggil Grab. Kita sudah diskusi dan sampaikan bahwa otoped tidak boleh ada di trotoar dan JPO karena itu menganggu pejalan kaki," kata Syafrin saat dihubungi, Rabu (13/11).

Bahkan Dishub pun melarang otoped listrik beroperasi di Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Cara Free Day (CFD).

Terkait hal itu, Dishub mengancam akan memberikan sanksi kepada pengendara otoped listrik yang melanggar dan masih membandel.

"Nanti ada sanksinya, tapi sekarang kita sifatnya preventif. Jadi ketika mereka coba masuk ke trotoar kita coba ingatkan. Yang masuk ke JPO kita larang," ujar Syafrin.

Kendati demikian, Syafrin menyatakan otoped listrik masih diizinkan melintas di jalur sepeda. Saat ini pun Dishub sedang mengkaji dan akan segera membuat regulasi.

"Kita harapkan (regulasi) bulan depan sudah selesai. Kami sedang bahas dulu," pungkasnya.[dod]

Komentar Pembaca