Berlantai Kayu, JPO Jadi Rusak Dilintasi Otoped

Jakarta  KAMIS, 14 NOVEMBER 2019 , 15:21:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Berlantai Kayu, JPO Jadi Rusak Dilintasi Otoped

Hari Nugroho/Net

Otoped listrik GrabWheels yang dikeluarkan perusahaan digital berbasis aplikasi Grab Indonesia tengah menyedot perhatian publik.

Mulai dari kasus tertabrak larinya dua pengguna GrabWheels yang memakan korban jiwa sampai Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) rusak akibat dilintasi penggunaan GrabWheels yang nakal.

Padahal sudah jelas hal itu dilarang. Sebab JPO hanya diperuntukkan buat pejalan kaki. Akibatnya sejumlah JPO di Ibukota, diantaranya Bundaran Senyan, GBK dan Polda Metro Jaya mengalami kerusakan.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho membantah kalau bahan JPO yang digunakan gampang rusak. Menurutnya, hal itu terjadi karena panel kayu yang digunakan memang diperuntukkan untuk pejalan kaki bukan kendaraan listrik.

"Bukan gampang rusak. Panel kayu conwood itu memang untuk jalan kaki bukan untuk main skuter. Bukan untuk mesin. Makanya kita lakukan pelarangan, bahwa gunakan JPO harus bijak," kata Hari saat dihubungi, Kamis (14/11).

Hari menjelaskan, bahan yang digunakan untuk JPO bukanlah beton melainkan material bersifat futuristik. "Makanya itu beda. Kalau beton ya nggak rusak," imbuhnya.

Belajar dari peristiwa ini, Dinas Bina Marga dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan segera mengatur regulasi penggunaan otoped listrik.

"Kalau kursi roda nggak masalah karena kan roda bannya beda dengan skuter. Skuter kan ada ban mati dan ada besinya. Itu yang bikin rusak. Di negara manapun nggak ada JPO buat itu (skuter)," tutupnya.[dod]

Komentar Pembaca