Waspadai Banjir, BPBD DKI Luncurkan Inovasi Percepatan Informasi

Jakarta  KAMIS, 14 NOVEMBER 2019 , 20:46:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Waspadai Banjir, BPBD DKI Luncurkan Inovasi Percepatan Informasi

Subejo/Panji Satria

Sejalan dengan upaya antisipasi banjir yang dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta juga melakukan inovasi. Khususnya pada percepatan akses informasi dan kedaruratan.

Di antaranya ada kontak telepon darurat 112 yang digratiskan atau bebas pulsa, Pembangunan Back Up Site Call Center Jakarta Siaga 112 untuk mengantisipasi jika call center utama terjadi gangguan.

Selain itu disiapkan Aplikasi Siter (Sistem Informasi Terintegrasi) untuk sistem pelaporan terintegrasi setiap SKPD terkait dengan kebencanaan, pembuatan Quality Assurance (QA) untuk pelayanan Call Center 112, serta penyelenggaraan kegiatan sekolah/ madrasah aman vencana.

Kepala BPBD DKI Jakarta, Subejo memaparkan, pihaknya juga memiliki inovasi layanan yang menggunakan teknologi informasi.

"Antara lain menyediakan DWS (Disaster Warning System) di beberapa kelurahan rawan banjir," ujarnya dalam konferensi pers yang berlangsung di Balairung, Balaikota DKI Jakarta, Kamis (14/11).

"Pengiriman SMS blast itu sebagai bentuk peringatan dini kepada masyarakat yang berada di bantaran sungai," sambung Subejo.

Kemudian ada aplikasi Jakarta Aman yang terdapat fitur tombol darurat dan tombol lapor sebagai kanal pengaduan masyarakat yang terintegrasi dengan Call Center 112.

Adapula inovasi Pena Berkarib (petabencana.id ) yakni sebuah platform yang mengumpulkan informasi dari masyarakat (crowdsourcing) terkait informasi banjir secara real time. Informasi tersebut berasal dari twitter, telegram, dan qlue.

Untuk penanganan bencana, Subejo menambahkan, BPBD DKI Jakarta telah membentuk Tim Pendukung Penanganan Bencana yang dipimpin oleh pejabat eselon III sesuai Korwil masing-masing.

Tim tersebut melakukan piket 24 jam untuk memantau situasi / kejadian kebencanaan di seluruh wilayah dan melakukan penanganan apabila terjadi bencana," jelasnya.

Tim Pendukung Penanganan Bencana akan melakukan pendistribusian bantuan ke lokasi kejadian dan melakukan koordinasi dengan SKPD terkait serta NGO/relawan untuk penanganan banjir.

Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan informasi kebencanaan atau peringatan dini bencana yang disampaikan oleh instansi terkait seperti BMKG atau BPBD melalui media elektronik atau media sosial.

Hubungi Call Center 112 atau gunakan aplikasi Jakarta Aman untuk melaporkan kejadian kegawat daruratan di sekitar anda,” tandasnya.[dod]

Komentar Pembaca