Pak Kapolda, Tolong Berantas Praktik Rentenir Di Bali

Hukum  KAMIS, 14 NOVEMBER 2019 , 22:49:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pak Kapolda, Tolong Berantas Praktik Rentenir Di Bali

Muara Karta/Ist

Dinamika kehidupan sering tidak bisa diprediksi arah lika likunya. Ada banyak kejadian di mana seseorang menghadapi kondisi yang sangat mendesak sehingga dia membutuhkan dana tunai saat itu juga. Akhirnya banyak warga yang terjerat praktik rentenir alias lintah darat.

Praktik rentenir ini juga menjerat puluhan warga di Kota Denpasar, Bali. Korbannya pun berasal dari beragam profesi, seperti pengusaha properti, pedagang dan pemilik kios kerajinan.

Praktik pinjaman uang bunga berbunga yang diduga dilakukan warga asli Bali berinisial IKM ini kemudian dilaporkan sejumlah korbannya ke Polda Bali dengan tuduhan pemerasan.

Salah satu korban praktik rentenir adalah I Wayan Sunarta. Wayan yang merupakan pengusaha properti ini dikabarkan mengalami stres karena dipaksa mengembalikan uang hingga puluhan miliar rupiah.

"Klien saya dan keluarganya juga sering diteror dan tak bisa bisa menjalankan usahanya dengan baik. Ibaratnya klien saya sedang dimiskinkan," kata Muara Karta selaku kuasa hukum I Wayan Sunarta, melalui keterangan tertulisnya, Kamis (14/11).

Karta mengungkapkan, Wayan meminjam uang kepada IKM sejak 27 April 2017 secara bertahap dengan total pinjaman mencapai Rp 600 juta. Namun selama dua tahun pinjaman tersebut membengkak hingga Rp 96 miliar.

Hingga akhirnya, setelah dilakukan negosiasi yang alot, tanggungan Wayan dipangkas menjadi Rp 65 miliar.

"Klien saya sudah membayar bunga sejumlah Rp 13 miliar," ujar Karta.

Karta menuturkan, Wayan meminjam uang untuk pengembangan usaha propertinya. Namun bukan keuntungan yang diperolehnya, melainkan kebangkrutan yang dialaminya.

Karta mengharapkan Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose memerintahkan anak buahnya untuk menyelidiki kasus rentenir beraroma pemerasan ini dengan tuntas.

"Pak Kapolda juga harus tegas memberantas praktik rentenir gila-gilaan di Pulau Bali," tegas Karta.

Karta berpendapat, Bali sebagai Pulau Dewata atau tempat berkumpulnya para dewa sudah tercoreng dengan praktik rentenir berbunga fantastis.

"Berbicara tentang dewa, berarti berbicara tentang kebaikan serta kebajikan dan takut akan dosa. Karena dalam dosa akan ada karma. Dan masyarakat Bali sangat mempercayai adanya reinkarnasi. Bahwa yang hidup akan mati dan yang mati akan hidup kembali ke dunianya setelah kematian. Makanya sangat mengherankan apabila ada warga asli Bali yang memeras saudaranya sendiri," pungkas Karta.[dod]

Komentar Pembaca
Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 17:21:00

Pemprov DKI Gelar Pameran Foto Ruang Ketiga Di Balai Kota
Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 , 15:55:00