Tinggalkan PDIP Demi Jadi Bos BUMN, PKS: Ahok Bukan Contoh Yang Baik

Politik  JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 10:16:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Tinggalkan PDIP Demi Jadi Bos BUMN, PKS: Ahok Bukan Contoh Yang Baik

Basuki Tjahaja Purnama/Net

Rencana penunjukan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi salah satu bos perusahaan BUMN menuai pro kontra.

Ada yang mendukung, tapi tak sedikit yang menolak. Bagi mereka yang menolak, masa lalu Ahok yang tersandung sejumlah kasus hukum jadi penyebabnya.

Selain itu, status Ahok yang merupakan kader PDIP juga menjadi salah satu yang disorot.

"BUMN itu punya aturan. Salah satunya tidak terafiliasi dengan partai politik," ujar Anggota Fraksi PKS Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Mardani Ali Sera saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (15/11).

"Pak Ahok sudah menyatakan diri sebagai anggota parpol. Bisa saja Pak Ahok keluar dari parpol tapi itu bukan contoh yang baik bagi elit partai dan pejabat publik," sambungnya.

Banyak kalangan yang menduga penunjukan Ahok kali ini sebagai bentuk pemberian panggung politik dari Presiden Jokowi. Kalau ternyata itu benar adanya, tentu saja ini bisa menjadi blunder buat Pak Jokowi.

Terkait hal ini, Mardani Ali tidak mau banyak berkomentar. "Monggo publik yang menilai," katanya.

Senada dengan Mardani, Ketua DPP PDIP, Eriko Sotarduga juga mengatakan Ahok harus melepas atribut partai jika memang benar-benar menduduki kursi jabatan di BUMN.

Tentu partai harus melepaskan ya, kalau dalam bahasa lain kita harus memberikan yang tebaik kepada negara,” ujar Eriko di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/11).[dod]

Komentar Pembaca