Wasekjen MUI Ajak Umat Islam Tak Salatkan Sukmawati Soekarnoputri

Polhukam  MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 08:39:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Wasekjen MUI Ajak Umat Islam Tak Salatkan Sukmawati Soekarnoputri

Ustadz Tengku Zulkarnain/Net

Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustad Tengku Zulkarnain memprotes keras pernyataan Sukmawati Soekarnoputri yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden RI pertama Soekarno.

Karena itulah Ustadz Tengku mendorong Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mengusut tuntas kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan putri keempat Bung Karno tersebut.

Melalui akun Twitternya, Ustadz Tengku juga mengajak umat Islam memberikan sanksi sosial terhadap Sukmawati apabila kasus hukumnya tak diproses.

"Jika Kapolri tidak mengusut kasus Sukmawati, maka umat Islam mesti memberikan sanksi sosial kepada orang ini. Dan, memberikan sanksi sosial kepadanya, termasuk tidak menyolatkan mayatnya jika mati adalah sebuah pelajaran bagi penista agama yang lain," tulis akun Twitter @ustadtengkuzul, Minggu (17/11).

Menurut Ustadz Tengku, ucapan Sukmawati yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Bung Karno juga tak masuk akal.

"Sukmawati sudah menghina nabi Muhammad dengan membandingkan Jasa Bung Karno atas Indonesia di abad 20. Secara akal dan bahasa, ngapain dia bawa bawa Baginda Nabi di abad 20 bagi NKRI, bukankah nabi sudah wafat 14 abad yang lalu. Ini unsur kesengajaan melecehkan Nabi. Tangkap...!," tegas Ustadz Tengku.

Sebelumnya, Sukmawati Soekarnoputri dilaporkan oleh warga atas dugaan penistaan agama di Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada Jumat kemarin (15/11).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono membenarkan adanya laporan dari warga terhadap Sukmawati atas dugaan penistaan agama.

Kasus atau pasal (yang dilaporkan) penistaan agama Pasal 156 huruf a KUHP," kata Kombes Argo Yuwono dalam keterangannya, Sabtu (16/11).

Laporan tersebut telah teregistrasi di Laporan Polisi Nomor LP/7393/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimum tanggal 15 November 2019.

Polisi hingga saat ini mengaku tengah menganalisis laporan tersebut. Laporan tersebut terjadi setelah sang Pelapor melihat sebuah video yang diduga berisi penistaan agama di internet.

"Pelapor sebagai umat Islam menerangkan pada tanggal 14 November 2019 sekitar pukul 16.00 WIB, korban mendapat informasi dari kerabat dan melihat langsung di google.com," kata Argo.

Sukmawati dilaporkan atas ucapannya yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden RI pertama Soekarno. Ucapan tersebut disampaikan Sukmawati saat acara diskusi yang bertajuk "Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme" di Gedung The Tribata Darmawangsa, Jakarta Selatan pada Senin (11/11) kemarin.

Dalam diskusi itu Sukmawati mengungkit perjuangan Bung Karno memerdekakan Indonesia dari penjajahan Belanda. Sukmawati kemudian melontarkan pertanyaan kepada forum.

"Sekarang saya mau tanya semua, yang berjuang di abad 20 itu Yang Mulia Nabi Muhammad apa Ir. Soekarno, untuk kemerdekaan? Saya minta jawaban, silakan siapa yang mau jawab berdiri, jawab pertanyaan Ibu ini," tanya Sukmawati seperti video yang beredar di media sosial.[dod]

Komentar Pembaca
Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 17:21:00

Pemprov DKI Gelar Pameran Foto Ruang Ketiga Di Balai Kota
Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 , 15:55:00