Banyak Bakal Calon Bupati Tobasa Dikritik Tak Punya Konsep

Politik  MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 13:27:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Banyak Bakal Calon Bupati Tobasa Dikritik Tak Punya Konsep

Ilustrasi/Net

Menjadi bakal calon kepala daerah merupakan hak bagi setiap WNI. Namun menjadi kepala daerah bukan sekedar meningkatkan popularitas atau hanya ingin menikmati fasilitas negara.

Terlebih lagi kepala daerah adalah jabatan strategis untuk mengelola anggaran negara yang diperoleh dari pajak rakyat.

Demikian disampaikan Pengamat Politik dari Jokowi Watch, Tigor Doris Sitorus melalui keterangan tertulisnya, Minggu (17/11).

Tigor mengatakan, dari Pilkada serentak yang dilaksanakan di 270 kabupaten/kota pada 2020, salah satu yang menjadi perhatian publik adalah Pilkada Toba Samosir (Tobasa).

Di Kabupaten Tobasa setidaknya ada sekitar 50 orang yang telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati. Jumlah ini begitu fantastis jika dibandingkan dengan daerah lain yang juga menyelenggarakan pilkada.

Meski demikian, Tigor menyesalkan, karena dari banyaknya bakal calon bupati yang mendaftar belum terlihat program dan visi - misi yang ingin dilakukan untuk kemajuan Tobasa.

Puluhan bakal calon bupati berbondong-bondong mendaftar tanpa ada persiapan dan kemampuan dalam hal kepemimpinan.

"Jabatan kepala daerah adalah jabatan strategis yang tidak mungkin dapat diduduki setiap orang, butuh kesiapan dan pengalaman untuk jadi bupati. Saya menilai banyak bakal calon tidak memiliki konsep yang jelas," kata Tigor.

Tigor menyebutkan, bakal calon yang mendaftar berasal dari beragam profesi. Ada yang dari PNS, akademisi, kader partai dan aktivis.

"Yang menjadi pertanyaan, sudah sejauh mana bakal calon yang mendaftar memiliki prestasi dan rekam jejak yang baik dalam bidangnya masing-masing," ujar Tigor.

"Menurut saya tidak harus jadi bupati untuk mengabdi pada masyarakat. Di bidangnya masing-masing pun mereka bisa melayani. Sebab jabatan bupati tidak semua orang mampu mendapatkan itu," sambungnya.

Informasi yang diperoleh, sejumlah bakal calon yang sudah mendaftar lewat parpol diantaranya Darwin Siagian (Bupati Tobasa petahana), Hulman Sitorus (Wakil Bupati petahana), Dolok Panjaitan (pengusaha), Robinson Tampubolon (Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tobasa dan caleg terpilih Pemilu 2019 DPRD Tobasa).

Kemudian Ir. Poltak Sitorus (pengusaha), Monang Sitorus (mantan Bupati Tobasa), dr. Tota Manurung (ASN), Tonny Simanjuntak (Wakil Ketua DPRD Tobasa dari Partai NasDem) dan Effendi Napitupulu (Ketua DPD Partai Golkar Tobasa dan anggota DPRD Tobasa).

Meskipun banyak yang mendaftarkan diri, berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, pasal 40 ayat 1 menyatakan, partai politik atau gabungan partai politik dapat mendaftarkan pasangan calon jika telah memenuhi persyaratan perolehan paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPRD atau 25 persen dari akumulasi perolehan suara sah dalam pemilihan umum anggota DPRD yang bersangkutan.

"Kemungkinan ada lima pasangan calon dari parpol ditambah dengan jalur independen," pungkas Tigor.[dod]

Komentar Pembaca