PA 212: Sukmawati Bisa Didemo Besar-besaran Seperti Ahok

Polhukam  MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 20:29:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

PA 212: Sukmawati Bisa Didemo Besar-besaran Seperti Ahok

Sukmawati Soekarnoputri/Net

Sukmawati Soekarnoputri kembali berulah. Putri Proklamator Republik Indonesia, Ir. Soekarno ini kembali mengeluarkan pernyataan yang kontroversial.

Dalam sebuah diskusi bertema 'Bangkitkan Nasionalisme, Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme,' Sukmawati membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan ayah kandungnya.

Hal itu terekam dalam sebuah video yang dengan cepat menjadi viral. Sukmawati seolah mempertanyakan peran Nabi Muhammad SAW saat merebut kemerdekaan Indonesia.

"Sekarang saya mau tanya nih semua. Yang berjuang di abad 20, itu nabi yang mulia Muhammad apa Insinyur Soekarno? Untuk kemerdekaan Indonesia? Saya minta jawaban,” ujar Sukmawati dikutip dari video yang beredar tersebut.

Akibat ucapan itu, banyak pihak yang marah dan menilai anak Soekarno ini telah melecehkan Nabi Muhammad SAW. Sukmawati pun dihujani banyak kritikan dan hujatan serta sudah dilaporkan ke pihak kepolisian.

Terkait hal tersebut, Ketua Divisi hukum Persudaraan Alumni (PA) 212 sekaligus Ketua AAB (Aliansi Anak Bangsa ) Damai Hari Lubis angkat bicara.

Hari mengatakan, bila kepolisian tidak segera menindak Sukmawati, dikhawatirkan akan terjadi gelombang aksi yang besar sama seperti pada kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Kemungkinan besar akan terjadi kasus seperti Ahok. Selain dia (Sukmawati) sudah berulang dari yang pertama (hina adzan) sebelumnya," ujar Hari saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (17/11).

Kendati begitu, Hari mengatakan, saat ini umat Islam masih mempercayakan pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan dan menyelesaikan kasus ini.

Terlebih lagi, menurut Hari, kejadian Sukmawati ini bisa sebagai test case kepada Kapolri yang baru dilantik.

"Apakah Kapolri baru sama dengan yang lama. Apakah Idham Aziz, Lebih objektif dan profesional serta proporsional. Kami umat (alumni 212) mau lihat," ujar Hari.

"Umat percayakan kepada Kapolri. Apabila tidak diindahkan,sepertinya umat akan manfaatkan ajang momen 212 nanti (2 Desember 2019) sebagai bukti bahwa umat protes keras terhadap penistaan yang dilakukan oleh Sukmawati," pungkasnya.[dod]

Komentar Pembaca
Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 17:21:00

Pemprov DKI Gelar Pameran Foto Ruang Ketiga Di Balai Kota
Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 , 15:55:00