Bamsoet Letakkan Batu Pertama Masjid Hajah Yuliana Mualimin

Sosial  MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 23:43:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Bamsoet Letakkan Batu Pertama Masjid Hajah Yuliana Mualimin

Ground breaking Masjid Hajah Yuliana/Net

Pembangunan Masjid Hajah Yuliana Kampus Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta dimulai. Batu pertama diletakkan oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet).

Nama masjid ini diambil dari nama ibunda pengusaha nasional, Yendra Fahmi. Hadir juga dalam acara tersebut, Ketua PP Muhammadiyah KH Haedar Nasir, Buya Syafii Maarif, mantan Kapolri Jenderal (Purn) Badrodin Haiti dan Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dofiri.

"Masjid ini didesain untuk menampung lebih dari 2.000 jamaah. Yendra Fahmi, pengusaha asal Minang, membantu pembangunan masjid ini dengan biaya Rp 30 miliar dari kantong pribadinya. Sebagai pengusaha sekaligus pengurus Muhammadiyah, Yendra telah turut serta dalam upaya untuk mencerdaskan anak bangsa," kata Ketua Tim Pengembangan Mu’allimin, KH Ahmad Syafii Maarif, Sabtu (16/11).

Syafii menyampaikan hal tersebut dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Hajah Yuliana di lokasi pembangunan kampus baru Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah di Sedayu, Bantul, Yogyakarta.

"Sebuah usaha untuk membangun masa depan bangsa dalam jangka waktu yang tidak terkira," ujar Syafii.

"Mengapa posisi madrasah ini menjadi semakin penting? Saya sebagai salah seorang alumnus madrasah ini pertengahan abad yang lalu merasakan betul bahwa pembentukan karakter dan akhlak mulia sangat ditekankan kepada para siswa. Kurikulumnya telah mengalami perubahan dan pengembangan dari masa ke masa," papar Syafii.

Menurut Syafii, di lokasi Madrasah Mu’allimin lama kini tidak lagi mampu menampung jumlah pendaftar yang terus bertambah dari seluruh provinsi di Tanah Air.

Pengembangan Madrasah Mu’allimin dari Kota Yogyakarta ke Kecamatan Sedayu, Bantul, menjadi harapan umat Islam agar lebih banyak lagi yang bisa menimba ilmu di madrasah yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan ini.

"Di samping membangun gedung sekolah dan asrama yang baru, alhamdulillah, Mu’allimin di abad keduanya ini bisa memulai pembangunan Masjid Hajah Yuliana sebagai bagian dari pengembangan madrasah di Argorejo, Sedayu," tutup Syafii.

Sementara Bamsoet mengungkapkan, keberadaan Masjid Hajah Yuliana diharapkan menjadi tempat beribadah yang nyaman, sekaligus tempat mengajarkan ilmu keagamaan dan tempat memancarkan nilai-nilai kemuliaan.

"Banyak kita jumpai, masjid yang dibangun sedemikian megah namun tidak dimanfaatkan optimal. Misalnya, hanya segelintir umat yang memanfaatkannya sehingga terkesan ekslusif dan tertutup. Mari kita ramaikan masjid sebagai tempat untuk ber-fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan," kata Bamsoet.[dod]

Komentar Pembaca
Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 17:21:00

Pemprov DKI Gelar Pameran Foto Ruang Ketiga Di Balai Kota
Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 , 15:55:00