Penabrak Pengendara Skuter Listrik Dinilai Beri Keterangan Bohong Pada Polisi

Hukum  SENIN, 18 NOVEMBER 2019 , 20:49:00 WIB | LAPORAN: ARI RAHMAN

Penabrak Pengendara Skuter Listrik Dinilai Beri Keterangan Bohong Pada Polisi

Aksi tabur bunga di lokasi tabrak lari pengendara skuter listrik di GBK/net

Penabrak pengendara skute listrik (Grabwheels) di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat dinilai telah memberi ketarangan bohong kepada pihak kepolisian. Hal ini disampaikan Fajar Wicaksono, salah satu korban yang selamat dari insiden yang memakan korban dua orang meninggal dunia tersebut.
 
Sebagaimana diketahui, dalam keterangannya kepada pihak kepolisian, pelaku berinisial DH mengaku sempat berhenti dan membantu korban. Sedangkan menurut saksi mata, pelaku tak pernah membantu korban seperti yang disampaikan polisi.

"Enggak benar keterangan dia (pelaku) yang bilang sempat berhenti dan bantu korban. Sama sekali enggak ada yang turun," kata Fajar dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (18/11).
 
Pemuda yang akrab disapa Ajay ini menjelaskan, pelaku yang berinisial DH bahkan tidak menghentikan mobilnya walau ada korban yang tersangkut di kap mobilnya. Tersangka hanya melambatkan mobil dan membiarkan tubuh Bagus, salah seorang korban, jatuh dengan sendirinya sebelum akhirnya tancap gas kembali.
 
Soal DH sempat berhenti dan menolong korban juga dibantah oleh salah satu korban selamat bernama Wulan. Menurut dia, DH memang sempat berhenti tapi hanya untuk menurunkan tubuh salah satu korban yang sempat tersangkut di atas kap mesin mobil.

Sedangkan Jellyta, kakak dari korban yang meningal dunia, almarhum Wisnu, berharap pelaku berinisial DH ditahan dan diberikan hukuman yang setimpal.

"Harapannya ya keterangan pelaku ini dia tabrak lari bukan sebaliknya. Ya jelas (kami ingin pelaku ditahan)," tuturnya.

Contoh kasus yang serupa, lanjutnya, sudah ada, yakni peristiwa insiden mobil yang menabrak Apotek Senopati yang menewaskan seorang satpam penjaga apotek tersebut. Pelaku berinisial PKH tetap ditahan pihak kepolisian meski saat kejadian dia dinyatakan negatif alkohol dan narkoba.
 
"Semestinya DH juga ditahan sama dengan PKH. Apa lagi DH mengemudikan kendaraannya dalam pengaruh alkohol," ungkap Jellyta. 

Sementara itu, pihak kepolisian mengungkapkan bahwa pada saat kejadian, tersangka DH mengemudi di bawah pengaruh alkohol. Hal ini diketahui usai polisi memeriksa urin DH.
 
"Kalau dari pemeriksaan urin, tidak dinyatakan positif narkoba. Tapi memang dia (mengendarai mobil) dipengaruhi alkohol," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar.

Akibat perbuatannya, DH disangkakan melanggar Pasal 310 ayat 4 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, khususnya ayat (4) yang berbunyi: "Dalam hal kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah)." [rah]
 

Komentar Pembaca
Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 17:21:00

Pemprov DKI Gelar Pameran Foto Ruang Ketiga Di Balai Kota
Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 , 15:55:00