SPPSI Jakarta Inginkan Pertamina Dipimpin Figur Berintegritas Dan Tak Bikin Gaduh

Nasional  SELASA, 19 NOVEMBER 2019 , 11:20:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

SPPSI Jakarta Inginkan Pertamina Dipimpin Figur Berintegritas Dan Tak Bikin Gaduh

Kantor Pertamina Pusat/Net

Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia (SPPSI) Jakarta ikut merespon soal rencana penunjukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai pimpinan PT Pertamina oleh Menteri BUMN, Erick Thohir.

SPPSI Jakarta berpendapat, pimpinan Pertamina hendaknya dilihat dengan mengedepankan aspek pemenuhan persyaratan.

Ketua Umum SPPSI Jakarta M Syafirin mengatakan, Dewan Direksi atau Komisaris Pertamina harus dipimpin oleh sosok yang berkompeten, profesional, mempunyai personality yang baik dan berintegritas tinggi. Sehingga dapat juga dijadikan role model bagi pekerja.

"Pertamina adalah salah satu BUMN yang memiliki peran strategis, dan memiliki aset luar biasa. Pertamina bertanggungjawab melayani hajat hidup rakyat banyak, yang tetap dituntut menghasllkan keuntungan untuk negara," kata Syafirin melalui keterangan tertulisnya, Selasa (19/11).

"Dengan demikian, Pertamina harus dipimpin oleh orang yang tepat, bukan hanya profesional, jujur, bersih, berani. Tapi juga berintegritas tinggi yang sanggup memimpin dan memberikan contoh teladan yang baik bagi seluruh pekerja Pertamina dan tidak kalah pentingnya juga adalah sesuai dengan tata nilai yang sudah dibangun oleh Pertamina sendiri," sambungnya.

Dengan begitu, kata Syafirin, bos Pertamina dapat memberi rasa aman dan nyaman bagi pekerja Pertamina.

"Bagaimana mungkin pekerja Pertamina bisa bekerja dengan baik dan produktif guna menghasilkan keuntungan untuk negara kalau suasana kerja tidak kondusif akibat adanya kegaduhan," tegas Syafirin.

Lebih lanjut Syafirin menambahkan, Menteri BUMN harus memilih Direksi atau Komisaris PT Pertamina dengan prudent serta mempertimbangkan aspek-aspek sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) BUMN Nomor PER 03/MBU/02/2015. Mulai dari latar belakangnya, pengalaman kerja dan prestasinya di bidang korporasi.

Tak hanya itu, Syafirin menyatakan, bos Pertamina juga harus memahami isu-isu strategis dalam proses bisnis migas dari hulu ke hilir, berperilaku baik, berdedikasi tinggi untuk tercapainya visi dalam menjadikan industri energi kelas dunia, yang semua merupakan persyaratan materil untuk menjadi pimpinan BUMN.

"Prinsip The Right Man on The Right Place akan selalu menjadi tolak ukur akan dibawa kemana perusahaan ini dimasa mendatang," ujar Syafirin.

Menurutnya, SPPSI Jakarta adalah wadah bagi para pekerja PT Pertamina dalam melakukan sinergi dan komunikasi dengan perusahaan. sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) untuk ikut menjaga keberlangsungan bisnis perusahaan termasuk memberikan saran, masukan dan pertimbangan serta mengingatkan pemangku kebijakan, khususnya pemerintah yang diwakili oleh Menteri BUMN dalam menemukan, memutuskan maupun menunjuk Dewan Direksi dan Komisaris.

"Kami (SPPSI Jakarta) selalu mendukung pemimpim terbaik dan paham tentang PT Pertamina, serta harus dapat menjadi role model bagi pekerja, memenuhi persyaratan materiil dan persyaratan lainnya, serta tidak berafiliasi dengan partai politik. Sedangkan calon yang beredar saat ini tidak memenuhi kriteria tersebut," pungkas Syafirin.[dod]

Komentar Pembaca
Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 17:21:00

Pemprov DKI Gelar Pameran Foto Ruang Ketiga Di Balai Kota
Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 , 15:55:00