Informasi Reuni 212 Sulit Diakses Lewat Medsos, Ini Siasat Panitia

Polhukam  JUM'AT, 22 NOVEMBER 2019 , 05:48:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Informasi Reuni 212 Sulit Diakses Lewat Medsos, Ini Siasat Panitia

Ustadz Slamet Maarif/RMOL

Beberapa hari menjelang acara Munajat dan Maulid Akbar Reuni Mujahid 212, sejumlah akun media sosial yang berkaitan dengan acara tersebut mendadak tak bisa diakses.

Salah satunya akun Facebook milik Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Ustadz Slamet Maarif yang tak bisa lagi diakses.

"Saya pribadi memang ada akun Facebook yang atas nama saya, itu beberapa hari lalu hilang sudah nggak bisa dibuka lagi, sudah nggak bisa diakses lagi. Tapi kalau IG saya pribadi sampai sekarang masih hidup, tapi ada akun-akun yang berkaitan dengan reuni, laporan dari kawan-kawan media centre itu memang di-jammed, dihilangkan," kata Slamet di Markas Syariah Front Pembela Islam (FPI) Petamburan III, Jakarta Pusat, Kamis (21/11).

Selain itu, foto yang diunggah ke media sosial terkait Munajat dan Maulid Akbar Reuni Mujahid 212 juga tidak bertahan lama dan akan langsung terhapus secara otomatis beberapa saat kemudian.

Sementara itu, perwakilan tim Media Center Munajat dan Maulid Akbar Reuni Mujahid 212, Indra, ikut memberikan penjelasan mengenai sejumlah akun yang hilang.

"Beberapa postingan terkait dengan reuni akbar ini rupanya di Instagram di-take down, otomatis foto yang kita upload beberapa menit kemudian langsung hilang," jelasnya.

Hal itu menurut Indra sebelumnya juga pernah terjadi ketika memposting foto Imam Besar FPI Habib Rizieq.

"Selalu kalau kita upload foto yang gambar beliau (Rizieq) pasti di-take down," ujar dia.

Kendati begitu, Indra menyatakan hal ini tak menjadi halangan untuk menyebarkan informasi ke seluruh daerah.

Informasi Reuni Akbar 212 tetap disampaikan secara massif melalui berbagai platform lainnya seperti Twitter dan Blogspot lainnya. Serta yang paling utama adalah dari mulut ke mulut.

"Jadi bukan suatu hambatan, bukan suatu halangan karena di lapangan grass root juga secara manual pun informasi dari mulut ke mulut terus diviralkan terus," pungkas Indra.[dod]

Komentar Pembaca