Mahar Menteri Rp500 Miliar Bikin Geger, Humphrey Harus Buka-bukaan

Politik  RABU, 27 NOVEMBER 2019 , 13:32:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Mahar Menteri Rp500 Miliar Bikin Geger, Humphrey Harus Buka-bukaan

Muara Karta/Ist

Pernyataan Ketua PPP versi Muktamar Jakarta Humphrey Djemat yang disampaikan dalam diskusi yang mengusung tema ”Evaluasi Pilkada” di Kantor Formappi, Jakarta Timur pada Minggu (24/11) lalu, bikin geger.

Humphrey menyebut ada calon menteri yang diwajibkan partai politik untuk menyetor uang Rp500 miliar, setelah duduk di kabinet Jokowi-Ma’ruf. Sayangnya, Humphrey enggan menyebutkan partai mana yang dimaksud.

Saya sudah mendengar dari calon menteri yang sebenarnya itu pilihan dari Jokowi. Dia mau di-endorse partai politik tertentu, dia tidak harus kasih uang untuk itu. Tapi harus ada komitmen selama dia jadi menteri, dia harus bisa mengkontribusi Rp500 miliar,” kata Humphrey.

Pernyataan Humphrey itu pun mendapat tanggapan dari praktisi hukum senior Muara Karta.

Menurut Karta, apabila pernyataan Humphrey terbukti benar, maka akan berpengaruh pada ketidaksamaan visi antara menteri tersebut dengan Jokowi yang berkali-kali menyuarakan perang terhadap korupsi.

"Apabila isunya terbukti benar tentunya menjadi kontradiktif. Karena kalimat pertama Jokowi setelah membacakan susunan Kabinet Indonesia Maju adalah tidak boleh korupsi," kata Karta melalui keterangan tertulisnya, Rabu (27/11).

Untuk itulah Karta mendorong Humphrey untuk buka-bukaan darimana cerita mahar menteri Rp 500 miliar berasal.

"Kok nilai maharnya begitu fantastis. Apalagi gaji menteri tidak sampai Rp100 juta. Lalu bagaimana bisa seorang menteri mengumpulkan uang sebanyak itu dan rela mengeluarkannya," ujar Karta yang juga Ketua Umum Forum Komunikasi Putra Putri TNI Angkatan Udara ini.

Karta juga mempertanyakan aliran dana Rp 500 yang disetorkan kepada petinggi parpol.

"Dugaan praktik mahar untuk partai bagi calon menteri ini mesti ditelusuri. Tentu membuktikannya bukan perkara gampang," pungkas Karta.[dod]

Komentar Pembaca
Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 17:21:00

Pemprov DKI Gelar Pameran Foto Ruang Ketiga Di Balai Kota
Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 , 15:55:00